Thursday, 02 May 2013 10:15    PDF Print E-mail
Kematian ibu terbesar akibat pendarahan
Warta
WASPADA ONLINE

MEDAN  – Angka kematian ibu pasca melahirkan di Sumatera Utara masih tergolong tinggi yakni mencapai 230/100.000 kelahiran hidup dan sebagian besar diakibatkan oleh pendarahan saat persalinan.

Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan Sumatera Utara Kustinah di Medan, mengatakan salah satu penyebab kematian ibu melahirkan disebabkan pendarahan pada saat persalinan, dan juga akibat kondisi fisik yang lemah.

Pendarahan ini, lanjutnya, jika tidak ditangani dengan cepat dapat menyebabkan ibu tidak tertolong.

“Pendarahan ini biasanya banyak penyebabnya, misalnya karena jauhnya tempat pelayanan kesehatan, maupun akibat menikah muda. Selain itu, masih ada beberapa daerah yang masyarakatnya lebih memilih melahirkan dengan bantuan dukun beranak daripada petugas medis,” katanya, hari ini.

Padahal, lanjut dia, dukun beranak tidak memiliki ilmu tentang cara pertolongan persalinan secara akademisi, melainkan hanya berdasarkan pengalaman semata, demikian juga dengan peralatan yang digunakan.

“Itu disebabkan karena minimnya pengetahuan masyarakat tentang persalinan dan kehamilan serta kurangnya penyuluhan dan minimnya dokter kandungan serta bidan di daerah-daerah pelosok,” katanya.

Menurut dia, meski angka kematian ibu di Sumut dari tahun ketahun terus mengalami penurunan, misalnya pada tahun 2010 sekitar 268/100.000 kelahiran hidup, kemudian tahun 2011 turun menjadi 249/100.000 kelahiran hidup.

 “Sementara tahun 2012 mencapai 230/100.000 kelahiran hidup. Kita terus berusaha agar AKI Sumut turun hingga 118/100.000 kelahiran hidup setiap tahunnya, salah satunya dengan program Jampersal,” katanya.

Ketua Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Sumatera Utara Idau Ginting mengatakan untuk meminimalkan angka kematian ibu di Sumut, para bidan sering disarankan mengikuti seminar dan pelatihan, sehingga tetap bisa memberikan pelayanan berkualitas kepada ibu melahirkan.

“Kami juga menyarankan agar bidan segera membawa dan merujuk ibu hamil dan melahirkan di tempat yang fasilitas medisnya cukup, tidak melahirkan di rumah,” katanya.

Editor: SASTROY BANGUN
(dat06/antara)

Comments

B
i
u
Quote
Code
List
List item
URL
Name *
URL
Code   
ChronoComments by chronoengine.com
Submit Comment