Thursday, 02 May 2013 09:13    PDF Print E-mail
Perubahan kurikulum SD jangan dipaksakan
Warta
SASTROY BANGUN
WASPADA ONLINE


MEDAN - Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI pada tahun ajaran 2013/2014 akan merubah kurikulum tingkat Sekolah Dasar (SD) dengan tidak memasukkan mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA), Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) dan Muatan Lokal (Mulok) serta berbagai alternatif kurikulum lainnya.

Menyikapi ini Ketua Komisi B DPRD Kota Medan, Srijati Pohan, meminta agar Kemendikbud tidak memaksakan perubahan kurikulum tersebut, karena level paling bawah di jajaran Kemendikbud belum maksimal menerimanya. “Dikbud di tingkat provinsi dan kabupaten/kota belum siap untuk itu,” sebut Srijati Pohan, menyikapi rencana perubahan kurikulum tingkat SD untuk TA 2013/2014.

Politisi Partai Demokrat ini mengakui, pihaknya mendukung jika perubahan kurikulum tersebut bertujuan untuk mengarahkan minat dan potensi anak dalam menuntut ilmu. Namun, katanya, jika hanya untuk menambah beban belajar, nantinya akan menambah kejenuhan bagi siswa tersebut. “Terus terang, orang tua sekarang banyak yang komplain melihat anaknya setiap hari ke sekolah banyak membawa buku,” katanya, hari ini.

Memang, sebut politisi dari Dapil 1 Kota Medan ini, semua yang dilakukan adalah untuk perbaikan dan peningkatan mutu pendidikan di Indonesia. Tetapi, sebutnya, perubahan yang dilakukan jangan menjadi bumerang.

“Lihat saja yang kemarin dari paket 30 menjadi paket 50, amburadul semuanya karena provinsi, kabupaten/kota sifatnya hanya menunggu apa yang dibuat dari atas, ini yang kita sesalkan. Seharusnya, penggodokan perubahan kurikulum itu dilibatkan provinsi dan kabupaten/kota karena mereka yang tahu kondisinya,” ujar Srijati menyarankan.

Disinggung tidak masuknya mata pelajaran IPA dan IPS pada kurikulum SD tahun ajaran mendatang, menurut Srijati, kalau untuk kelas I, II dan III tidak terlalu urgen, karena bisa disandingkan dengan ke mata pelajaran agama. “Kalau dalam ilmu agama disebut tadabbur. Jadi, kalaupun IPA tidak ada, bisa melalui tadabbur. Tapi, kalau untuk kelas IV, V dan VI apakah ini bisa,” ucap Srijati mempertanyakan.

Editor: HARLES SILITONGA
(dat16/wol)

Comments

B
i
u
Quote
Code
List
List item
URL
Name *
URL
Code   
ChronoComments by chronoengine.com
Submit Comment