Wednesday, 01 May 2013 08:12    PDF Print E-mail
BBM naik, inflasi akan lebih tinggi
Ekonomi & Bisnis
WASPADA ONLINE

JAKARTA - Kenaikan harga BBM bersubsidi yang akan direalisasikan dalam waktu dekat dinilai semakin memicu tingginya tingkat inflasi, sehingga target inflasi tahun 2013 yang ditetapkan dalam APBN sebesar 4,9 persen dipastikan terlampaui.

"Saya meyakini inflasi 2013 tidak mungkin bisa dipertahankan pada level 4,9 persen. Paling tidak sebesar 5,5 persen, atau malah bisa lebih tinggi lagi," kata Wakil Menteri Keuangan Mahendra Siregar.

Menurut Mahendra, kenaikan harga BBM bersubsidi akan menjadi salah satu pemicu inflasi, selain dampak langsungnya juga dapat mengerek harga komoditas pangan.

"Kontribusi komoditas pangan masih besar terhadap inflasi April 2013 yang akan diumumkan BPS pada pekan ini," ujar Mahendra.

Kenaikan BBM akan berdampak langsung pada inflasi periode Juni (jika kenaikan direalisasikan Mei, red).

"Tapi setidaknya sudah ada kepastian kenaikan BBM. Karena kalau tidak, tingkat inflasi akan ditambah ketidakpastian itu sendiri. Inflasi plus ketidakpastian," ujar Mahendra.

Diketahui pemerintah dalam kebijakan kebijakan pengurangan subsidi BBM mengerucut pada opsi satu harga di bawah Rp6.500 per liter.

Adapun kenaikan harga BBM subsidi akan dilakukan setelah penetapan APBN Perubahan 2013 dengan DPR, yang diharapkan selesai pada Mei.
(dat06/antara)

Comments

B
i
u
Quote
Code
List
List item
URL
Name *
URL
Code   
ChronoComments by chronoengine.com
Submit Comment