Tuesday, 30 April 2013 19:23    PDF Print E-mail
PDIP: Caleg artis tidak pragmatis
Warta
WASPADA ONLINE

JAKARTA - Wakil Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto memastikan calon legislatif asal selebritas mereka tidak menempuh jalan pragmatis. Mereka direkrut, karena memiliki kompetensi dan mampu memenuhi kriteria secara ideologis.

"Artis yang direkrut selain memiliki kompetensi, juga memenuhi kriteria secara ideologis dan mampu menjalankan fungsi legislasi, anggaran, pengawasan dan representasi serta pengabdian di partai,"kata Hasto melalui siaran pers, hari ini.

Hasto menunjuk rekam jejak Edo Kondolangit, Rieka Dyah Pitaloka, Yessy Gusman dan Nico Siahaan. Prinsip kebangsaan sebagai contoh, diterjemahkan dengan sangat baik dalam tradisi kebudayaan oleh Edo dan Nico.

Rieke Dyah Pitaloka memiliki basis buruh dan tokoh perempuan. Sementara Yessy Gusman memiliki kemampuan untuk mewarnai politik legislasi yang sejalan dengan kebijakan partai.

Proses penjaringan caleg PDIP juga tidak main-main, karena melalui psikotes untuk memotret kemampuan seseorang ditinjau dari aspek kepemimpinan, kepribadian dan kemampuan menyelesaikan masalah.

"Psikotest dilaksanakan dengan bekerja sama Himpunan ahli Psikologi Indonesia (HIMPSI). Di Seluruh Indonesia telah dilaksanakan psikotest dan diikuti oleh 17.362 bakal caleg. Data psikotest ini sangat penting bagi konsolidasi personel partai,"kata Hasto.

Dari proses penyaringan yang dilakukan, PDIP menjatuhkan pilihan terhadap tokoh Jawa Barat Jalaludin Rakhmat.

"Kang jalal selain ketokohannya, pakar komunikasi, juga memiliki integritas tinggi serta pemikiran tentang Islam Madani. Demikian halnya Teten Masduki juga direkut untuk dicalonkan di Dapil Jabar 1," tandasnya.
(dat18/metrotvnews) 

Comments

B
i
u
Quote
Code
List
List item
URL
Name *
URL
Code   
ChronoComments by chronoengine.com
Submit Comment