Friday, 26 April 2013 19:56    PDF Print E-mail
Bentrok napi terkait bisnis narkoba?
Warta
RIDIN
WASPADA ONLINE


MEDAN - Bentrok antar warga binaan di Lembaga Permasrakatan (LP) Tanjung Gusta Medan yang sampai menimbulkan luka kritis dan pemindahan para warga binaan mendapat sorotan tajam dari berbagai elemen di Sumut.

Terendus kabar kalau bentrok antar warga binaan terjadi karena bisnis narkoba di LP tersebut yang berlanjut dengan utang piutang rupiah dan berujung bentrok.

Informasi yang dihimpun Waspada Online menyebutkan warga binaan, Roy Tarigan mantan ketua OKP menangih hutang kepada Asiong yang disebut- sebut bandar narkoba di LP tersebut . Saat menagih, Roy mendapat makian tak menyenangkan dari teman Asiong.

join_facebookjoin_twitter

Akibatnya, perkelahian pun terjadi sehingga  2 orang  teman Asiong yakni, Suprianto dan Mardiansyah terkena luka tusukan senjata tajam Roy.

Dan pada pukul 10.30 WIB, keributan  berlanjut di lapangan terbuka antar dua kelompok tersebut. Akibatnya satu orang kelompok  Roy , atas nama Cemy mengalami luka di bagian kepala sehingga dilarikan ke rumah sakit terdekat.

Dan pasca bentrok di LP tersebut petugas Lapas  memindahkan 17 warga binaan guna menghindari bentrok selanjutnya.

Kepala Divisi Pemasyarakatan (Kadivpas) Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkum HAM) Sumatera Utara (Sumut), Amran Silalahi mengatakan bahwa ke-17 orang yang dipindah  merupakan jumlah sementara. "Kemungkinan bisa saja  ada lagi yang dipindahkan, tergantung situasinya," ujar Silalahi sore tadi.

Menurutnya, mereka yang dipindahkan  merupakan pelaku bentrokan pagi tadi. Namun tidak termasuk Asiong, salah satu pemicu kasus bentrokan. "Asiong  nanti dipindahkan juga, tergantung situasinya," tandas Amran sembari enggn menyebutkan motif sebanarnya kasus bentrok di LP Tanjung Gusta tersebut.

"Sudah tidak menjadi rahasia umum lagi kalau peredaran narkoba di LP Tanjung Gusat tersebut, untuk itu perlu penganan khusus yang dilakukan oleh aparat kepolisian dalam menangani hal tersebut," ujar Ketua Gerakan Anti Narkoba (Granat) Hamdani Harahap kepada Waspada Online malam ini.

Hamdani juga menyebutkan kalau jika polisi tidak sigap dalam penanganan kasus bentrok di LP Tanjung Gusta  tersebut yang dikabarkan karena dipicu bisnis narkoba, maka di khawatirkan akan timbul bentrok sususlan di LP tersebut yang bisa menimbullan banyak korban, "ujar Hamdani.

Diberitakan sebelumnya, bentrokan antarkelompok warga binaan terjadi pagi tadi  sekira pukul 09.00 WIB dan Pukul 10.00 WIB. Akibat bentrokan yang dipicu masalah hutang itu, tiga orang menderita luka. Dua  luka dirawat di Klinik  dalam Lapas Tanjung Gusta Medan dan  sementara seorang lagi dibawa ke Rumah Sakit Bina Kasih Sunggal, karena mengalami luka parah di bagian kepala.

Bentrokan awalnya dari masalah hutang-piutang antara kelompok Asiong dan Roy Tarigan yang diduga terkait bisnis nakoba.

Editor: AUSTIN ANTARIKSA
(dat16/wol)




WARTA KARTUN

Comments

B
i
u
Quote
Code
List
List item
URL
Name *
URL
Code   
ChronoComments by chronoengine.com
Submit Comment