Friday, 26 April 2013 16:28    PDF Print E-mail
Mundur dari DPR, sebaiknya tak nyaleg lagi
Warta
WASPADA ONLINE

JAKARTA - Sejumlah politisi yang keluar dari Dewan Perwakilan Rakyat masih mencoba kembali menjadi bakal calon anggota DPR pada Pemilihan Umum 2014. Para politisi itu dianggap tidak konsisten dalam bertindak.

Setidaknya, ada empat mantan anggota DPR yang ingin kembali lagi menyandang status wakil rakyat. Politisi Partai Demokrat Edhie Baskoro Yudhoyono alias Ibas, misalnya, telah mengundurkan diri beberapa waktu lalu karena ingin berkonsentrasi menjalankan tugasnya sebagai Sekretaris Jenderal Partai Demokrat. Kini ia masuk dalam daftar calon sementara (DCS) anggota legislatif dengan nomor urut 1 di daerah pemilihan yang sama ketika Pemilu 2009, yakni Jawa Timur VII. Dapil itu meliputi Kabupaten Pacitan, Ngawi, Trenggalek, dan Magetan.

Selain itu, ada pula Akbar Faizal yang tercatat sebagai bakal caleg Partai Nasdem dengan nomor urut 1 di dapil Sulawesi Selatan II. Sebelumnya, Akbar menjadi anggota Komisi II DPR dari Partai Hanura. Setelah bergabung dengan Nasdem, ia keluar dari Hanura dan DPR.

Di partai dan dapil yang sama dengan Akbar, ada politisi Malkan Amin yang berada di nomor urut 2. Sebelum pindah ke Nasdem, ia menjadi anggota Komisi V DPR dari Partai Golkar.

Terakhir, Mamat Rahayu Abdullah yang juga tercatat dalam DCS Partai Nasdem dengan nomor urut 1 di dapil Banten II. Sebelum masuk ke Nasdem, Mamat menjadi anggota Komisi IX DPR dari Partai Golkar.

Pengamat politik dari Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah, Gun Gun Heryanto, berpendapat bahwa para politisi itu lebih baik tidak maju lagi sebagai caleg. Mereka sebaiknya konsisten dengan sikapnya ketika memutuskan keluar dulu, misalnya Ibas yang ingin berkonsentrasi pada urusan partai.

"Jangan kemarin bilang akan fokus ke partai kini nyaleg lagi. Ini kan paradoks. Jadi alasan kemarin itu hanya dramatugi politik Ibas saja," kata Gun-Gun di Jakarta, hari ini.

Begitu pula dengan Akbar, yang ketika itu mengaku lelah di DPR. Gun-Gun menilai pernyataan itu disampaikan karena Akbar kecewa atau tidak nyaman lagi dengan DPR. Jika sekarang kembali ingin masuk ke DPR lagi, maka Direktur Eksekutif The Political Literacy Institute itu menilai ada inkonsistensi ucapan dan sikap dari Akbar.

"Politisi itu tidak hanya harus piawai membangun kesadaran berwacana, tetapi juga harus membangun kesadaran praktis yang ditunjukkan dengan sikapnya yang konsisten. Jangan karena kepentingan politiknya yang personal, mereka memainkan mandat politik perwakilan dari jutaan pemilih di basis konstituen masing-masing," kata Gun Gun.

Ia menambahkan, rakyat juga mesti sadar melihat rekam jejak calon wakil rakyatnya. Ia menegaskan bahwa kedaulatan ada di tangan rakyat. Untuk itu, ia mengimbau kepada pemilih untuk tidak menjadi objek penderita dalam manipulasi argumen dan persuasi politik yang tidak konsisten.
(dat06/kompas)

Comments

B
i
u
Quote
Code
List
List item
URL
Name *
URL
Code   
ChronoComments by chronoengine.com
Submit Comment