Friday, 26 April 2013 10:15    PDF Print E-mail
16 desa di Tobasa kembangkan KRPL
Warta
WASPADA ONLINE

BALIGE – Sejumlah 16 desa berbagai Kecamatan di Kabupaten Toba Samosir (Tobasa), Sumatera Utara mengembangkan program kawasan rumah pangan lestari (KRPL), dengan mengajak masyarakat memanfaatkan lahan kosong menjadi lahan produktif yang menghasilkan bahan pangan.

“Selain membiasakan masyarakat bercocok tanam dan memanfaatkan pekarangan rumah, pengembangan program KRPL, juga bisa menghemat biaya pengeluaran keluarga,”kata Kepala Kantor Ketahanan Pangan Kabupaten Tobasa, Marsarasi Simanjuntak di Balige.

Dikatakannya, dengan menanam aneka jenis sayuran di pekarangan tempat tinggal warga setempat, maka setiap rumah tangga bisa menghemat pengeluaran belanja berkisar Rp400 ribu hingga Rp500 ribu per bulan.

Sejumlah 16 desa yang melaksanakan peningkatan ketahanan pangan dan gizi keluarga melalui pemanfaatan sumberdaya lahan tersedia tersebut di antaranya, Pardamean Sibisa di Kecamatan Ajibata, Taon Marisi (Habinsaran), Tanggabatu Barat (Tampahan), serta Siraja Gorat dan Desa Sitangkola di Kecamatan Laguboti.

Selain itu, desa Sionggang di Kecamatan Lumbanjulu, desa Parsuratan (Balige), Naga Timbul (Bonatua Lunasi), Narumonda (Siantar Narumonda), Lumban Rau (Nansau) dan desa Silamosik di Kecamatan Porsea.

Menurut Marsarasi, model KRPL dengan pemanfaatan lahan pekarangan tersebut, bertujuan agar terpenuhinya kebutuhan pangan keluarga, khususnya sayur-sayuran, sehingga beban keluarga dalam penyediaan kebutuhan sehari-hari dapat berkurang.

Selain itu, lanjutnya, meningkatkan konsumsi aneka ragam sumber pangan lokal dengan prinsip gizi seimbang serta mengembangkan kegiatan ekonomi produktif dan kesejahteraan keluarga. “Kemampuan keluarga dan masyarakat dalam memanfaatkan  lahan pekarangan hendaknya dapat lebih ditingkatkan” ujar Marsarasi, hari ini.

Sasaran dari peningkatan kemampuan keluarga dan masyarakat secara ekonomi dan sosial dalam memenuhi kebutuhan pangan dan gizi secara lestari, tambahnya lagi, yakni menuju masyarakat  sejahtera, sekaligus terwujudnya diversifikasi pangan dan pelestarian tanaman lokal di Kabupaten berpenduduk   205.331  jiwa yang terletak di bagian tengah provinsi Sumatera Utara tersebut.

Sebab, lanjutnya  prinsip dasar KRPL, yakni pemanfaatan pekarangan ramah lingkungan yang dirancang untuk ketahanan dan kemandirian pangan serta diversifikasi pangan berbasis sumber daya lokal dan  konservasi sumberdaya genetik pangan dengan menjaga kelestariannya melalui kebun bibit desa menuju  peningkatan pendapatan kesejahteraan masyarakat.

Diakuinya, agroklimat yang dimiliki Kabupaten Tobasa, sangat potensial untuk pengembangan berbagai komoditi pertanian, di samping program percontohan KRPL yang direspon dengan sangat baik oleh warga.

Bahkan, kata Marsarasi, program percontohan pengembangan KRPL yang diperuntukkan bagi 40 kepala keluarga setiap desa, bertambah menjadi sekitar 100 warga atas inisiatif penduduk setempat bersama kepala desa bersangkutan.

“Dalam mewujudkan rumah pangan lestari, diharapkan dukungan semua pihak, agar program KRPL lebih berkembang dan memberikan hasil yang menguntungkan bagi masyarakat,” katanya.

Editor: SASTROY BANGUN
(dat16/antara)

Comments

B
i
u
Quote
Code
List
List item
URL
Name *
URL
Code   
ChronoComments by chronoengine.com
Submit Comment