Tuesday, 23 April 2013 22:01    PDF Print E-mail
Pola makan tidak teratur penyebab diebetes
Ragam
RIDIN
WASPADA ONLINE


MEDAN - Dokter spesialis penyakit dalam dan diabetes Universitas Sumatera Utara,   Dharma Lindarto   mengatakan, penyebab seseorang mengalami penyakit diebetes atau kencing manis, karena pola makan tidak teratur dan gizi kurang seimbang sesuai kebutuhan kalori.

"Orang yang terkena penyakit diabetes ini juga tidak pandang bulu, baik berusia muda maupun dewasa, warga negara mana maupun warna kulit," katanya dalam ceramah awam diabetes di kantor Gubernur Sumatera Utara hari ini.

Kegiatan tersebut merupakan kerja sama Persatuan Diabetes Indonesia (Persadia) Cabang Medan Dalam Rangka Hari Ulang Tahun ke-65 Pemprov
Sumut. Dharma mengatakan, diabetes adalah suatu kondisi gangguan metabolik yang ditandai dengan tingginya kadar gula dalam darah atau
"hiperglikemia". Diabetes tersebut, menurut dia, disebabkan karena tubuh kekurangan insulin atau jumlah insulinnya cukup, namun tidak mampu bekerja dengan
baik.

"Insulin berfungsi untuk menurunkan kadar gula dalam darah, yang bekerj dengan cara merangsang sel-sel tubuh agar menyerap gula, dan meningkatkan jumlah gula yang disimpan dalam hati.Mencegah hatimengeluarkan terlalu banyak gula," ujarnya.

Dia menyebutkan, ciri-ciri gejala diabetes itu, mudah haus dan lapar, sering buang air kecil, berat badan berkurang tanpa sebab yang jelas, dan cepat lelah dan mengantuk. Gejala lain yang mungkin timbul, yakni mudah terkena infeksi, luka sulit sembuh, sering kesemutan terutama di kaki, sering timbul bisul, dan penglihatan kabur.

 Lebih lanjut Dharma mengatakan, pemeriksaan gula darah secara mandiri merupakan usaha yang terpenting dalam pengendalian diabetes. Selanjutnya, jelasnya, untuk mencapai gula darah yang terkendali, lakukan pemeriksaan gula darah beberapa kali sehari atau sesuai petunjuk dokter. Diet atau pola makan yang seimbang, olahraga, secara teratur dan disiplin dalam minum obat.

"Mencatat dan mengevaluasi hasil tes gula darah dengan catatan harian atau memantau gula darah terakhir," kata Dharma alumni Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara (USU) itu. Acara tersebut dibuka Gubernur Sumatera Utara H Gatot Pujo Nugroho yang diwakili Kadis Kesehatan Sumut Siti Hartati mengatakan melalui  ceramah diabetes itu diharapkan para pegawai negeri sipil (PNS) dapat lebih peduli dengan kesehatan.

"Kesehatan lebih penting dan sangat berguna.Apalagi PNS tersebut adalah pelayanan masyarakat dan kesehatan mereka harus tetap prima," kata Hartati. Ketua Parsadia Cabang Medan, Syafruddin Ritonga, dalam sambutannya mengatakan, ceramah tersebut untuk memperkenalkan lebih luas mengenai penyakit diabetes di lingkungan PNS Pemprov Sumut.
   
"Kesehatan adalah sangat penting bagi PNS yang selalu bekerja keras melayani masyarakat.Bagaimana seorang PNS mampu bekerja dengan baik tanpa memiliki kesehatan," kata staf pengajar di Universitas Medan Area (UMA) itu.

Dalam acara tersebut hadir Staf Ahli Gubernur Sumut,  Arsyad Lubis, Kadis Perikanan dan Kelautan Provinsi Sumut Zulkarnaen, Sekretaris Koprpri Provinsi Sumut  Syaiful Syafri, Kepala Perum LKBN ANTARA Biro Sumatera Utara Simon Pramono, pengurus Parsadia Cabang Medan Aron Pase  dan ratusan PNS di lingkungan Pemprov Sumut.

Editor: AGUS UTAMA
(dat16/wol)

Comments

B
i
u
Quote
Code
List
List item
URL
Name *
URL
Code   
ChronoComments by chronoengine.com
Submit Comment