Friday, 11 July 2008 06:17    PDF Print E-mail
Dukun AS Pasrah dan Tenang
Warta
logo_-_wol.jpg

dukun-as5_copy.jpgMENJELANG detik-detik pelaksanaan eksekusi, terpidana mati Ahmad Suraji alias Dukun AS alias Nasib Klewang, yang biasa disapa Datuk ini, terlihat tetap tenang, tabah, sabar dan periang. Bahkan dia sering membuat gelak tawa penjaga Lapas maupun nara pidana lainnya. SUGIARTO
logo_-_wol.jpg

dukun-as5_copy.jpg
Ilustrator: wIns@
MENJELANG detik-detik pelaksanaan eksekusi, terpidana mati Ahmad Suraji alias Dukun AS alias Nasib Klewang, yang biasa disapa Datuk ini, terlihat tetap tenang, tabah, sabar dan periang. Bahkan dia sering membuat gelak tawa penjaga Lapas maupun nara pidana lainnya.

Gambaran sikap Dukun AS, tersebut diungkapkan oleh beberapa orang yang hari-hari terakhir ini selalu berhubungan dengannya. Seperti Rohaniawan Drs H. Ali Nafiah Nasution, Kepala Lembaga Pemasyarakatan  Klas I Tanjung Gusta Medan Drs Hage Hendarmin, Bc, IP maupun Humas Depkum dan HAM P. Siagian, SH.

Humas Depkum dan HAM P. Siagian, SH, menyebutkan bahwa Datuk kini terlihat lebih tenang dan tabah. Dia juga menunjukkan sikap riangnya dengan suka membuat tertawa petugas LP maupun para napi lainnya. “Datuk menyebutkan, ‘inilah jalan hidup saya dan janji Tuhan yang sudah digariskan. Karena semua kita ini camat alias calon mati’,” tiru Siagian lagi.

Bahkan, sebut Kalapas Drs. Hage Hendarmin, Datuk, pernah iseng kepada napi lainnya yang membuat gelak tertawa. Pada saat itu, ada seorang napi yang minta ilmu pelet kepadanya. Kemudian Ahmad Suraji  memberikan sebuah bungkusan berisi pelet makanan ayam.  

Sudah Pasrah

Rohaniawan Drs H. Ali Nafiah Nasution dari Pendidikan Intensif Agama Islam (PIAI) yang disediakan pihak LP untuk membimbing mental Ahmad Suraji, menyebutkan, tidak ada kecemasan sedikitpun dalam diri Datuk, menghadapi eksekusi ini. “Datuk sudah pasrah dan ikhlas,” ujarnya.

Kata Nasution, Datuk mengatakan kepadanya bahwa inilah  ujung dari perjalanan hidup yang harus diterimanya.  ‘’Saya sudah pasrah dan ikhlas mati karena profesi saya,’’ jelas Ali Nafiah, menirukan ucapan Datuk.

Sudah tiga hari tiga malam, Ali Nafiah, memberikan pembimbingan mental kepada Ahmad Suraji selama dalam isolasi, Semakin hari, Dukun AS, semakin tenang menghadapi eksekusi terhadap dirinya yang waktunya semakin dekat. 

“Datuk dalam keadaan sehat, tegar dan tenang. Tidak ada menunjukkan tanda-tanda kecemasan maupun keresahan dalam dirinya. Dan selama dalam isolasi, saya berpesan kepada Datuk, agar jangan lupa berzikir kepada Allah SWT dan tahtim di ujung ajalnya nanti,” ujar Ali Nafiah, seraya menyebutkan, Ahmad Suraji, merupakan orang yang alim dan rajin sholat maupun mengaji.

Kepada pihak keluarga, terutama anak, istri dan ibunya, Nasution,  meminta agar tetap mendoakannya. Karena menurutnya, ada tiga hal yang dibawa orang yang sudah meninggal, yaitu amal ibadah, doa anak sholeh dan amal zariah.

Mengenai ilmu gaib yang dimiliki Ahmad Suraji, Ali Nafiah, yang mengaku lebih tua dari Datuk, menyebutkan sudah memintanya agar dibuang. Agar tidak menyusahkan saat-saat ajal sudah tiba. “Saya melihat saat ini, ilmu tersebut sudah tidak ada lagi,” jelasnya.

Bahkan, sebut Ali Nafiah, Ahmad Suraji sudah mencoba menunjukkan kesiapan dirinya menghadapi eksekusi  melalui penerawangan batin secara berhadapan dengan membaca Basmallah 2.600 kali. Kata Nasution, Datuk, sudah siap secara fisik dan mental menghadapi akhir hidupnya. Minta Roti, Teh Manis, Lontong.

Selama diisolasi, kata Kalapas Drs Hage Hendarmin, Dukun AS, minta disediakan beberapa jenis makanan. Hari pertama Datuk, minta sarapan roti dan teh manis. Hari kedua minta sarapan lontong dan hari ketiga minta makan nasi bersama dengan anak, istri dan ibundanya. “Permintaan yang ketiga sudah dipenuhi kemarin, saat keluarganya menjenguk,” ujarnya.

Sebelum diisolasi, sebut Hendarmin, Nasib Klewang menempati kamar 6 Blok B bersama Safna, terpidana kasus pembunuhan dengan hukuman 8 tahun penjara.  Ahmad Suraji, merupakan terpidana mati  kelima di Medan. Terpidana mati  pertama tidak diketahui namanya, kedua terpidana mati Cobay, ketiga Namsong, keempat, Selow Patric dan kelima dirinya.
[wIn]

Comments

B
i
u
Quote
Code
List
List item
URL
Name *
URL
Code   
ChronoComments by chronoengine.com
Submit Comment