Tuesday, 02 April 2013 13:38    PDF Print E-mail
Kasus bansos, untungkan pasangan calon Walikota Bandung
Warta
WASPADA ONLINE

BANDUNG - Kasus suap dana Bantuan Sosial (Bansos) Kota Bandung, Jawa Barat, yang menimpa beberapa pejabat Pemerintah Kota Bandung menguntungkan beberapa pasangan calon walikota dan wakil walikota.

Hal itu diungkapkan Direktur Lembaga Survei dan Konsultan Politik Parameter, Agus Ariwibowo. Dua pasangan yang diuntungkan adalah MQ Iswara-Asep Dedi Ruyadi (Ide) dan Ridwan Kamil-Oded M Danial (Rido).

“Tsunami politik kemarin bisa mengubah konstelasi yang ada. Memang dua hari terakhir, tercatat suara 'Rido' dan 'Ide' naik,” jelas Agus.

Menurutnya, bila kasus suap tersebut terus bergulir dapat dipastikan akan terjadi perubahan paradigma para pemilih. Bukan tidak mungkin suara pemilih akan beralih ke pasangan 'Ide' dan 'Rido'.

“Moving-nya cepat. Jangankan korupsi, program juga bisa cepat mengubah persepsi pemilih. Kita besyukur bisa memotret saat ada kasus itu," tambah Agus.

Hasil survei yang dilakukan Parameter, pasangan Ayi Vivananda-Nani Suryani ‘Rosada’ berada di peringkat teratas dengan 28,3 persen. Disusul pasangan Edi Siswadi-Erwan Setiawan (Eswan) dengan raihan 16,2 persen.

Sedangkan pasangan yang didukung PKS dan Partai Gerindra, ‘Rido’, berada di peringkat tiga (14,8 persen). Sementara ‘Ide’ yang didukung Partai Golkar berada di peringkat keempat (10,1 persen).

Pasangan Budi Setiawan-Rizal Firdaus berada di peringkat kelima (4,9 persen). Posisi keenam diduduki Bambang Setiady-Alex Ibrahim (4,4 persen).

Sementara dua posisi terbawah diisi oleh pasangan Wahyudin Karnadinata-Tonny Aprilani (4,0 persen) dan Wawan Dewanta-M Sayogo (3,7 persen).

Seperti diketahui, kasus dugaan suap dana Bansos Kota Bandung menyeret Wakil Ketua PN Bandung, Setyabudi Tejocahyono dan tiga nama lainnya, yakni Kepala Dinas dan Aset Daerah Pemkot Bandung, Herry Nurhayat; kurir pemberi suap; Asep Triyana; dan pengusaha sekaligus Ketua Ormas Gasibu Padjajaran, Toto Hutagalung.

Dalam operasi tangkap tangan pada 22 Maret 2013, petugas KPK mengamankan uang Rp100 juta dan Rp350 juta.

Pemeriksaan terhadap para tersangka tersebut berkembang. Selanjutnya, Wali Kota Bandung, Dada Rosada, dicegah KPK. Dada merupakan suami dari Nani Suryani, calon Wakil Wali Kota Bandung yang maju bersama Ayi Vivananda (Wakil Wali Kota Bandung). Pasangan ini maju melalui PDIP.

Selanjutnya, petugas KPK juga sudah memeriksa calon walikota yang juga Sekretaris Daerah Pemkot Bandung, Edi Siswandi. Edi maju bersama Erwan Setiawan diusung Partai Demokrat.
(dat18/okezone) 

Comments

B
i
u
Quote
Code
List
List item
URL
Name *
URL
Code   
ChronoComments by chronoengine.com
Submit Comment