Sunday, 31 March 2013 12:05    PDF Print E-mail
Perhatian pemerintah terhadap koperasi minim
Warta
HENDRO KOTO
WASPADA ONLINE


BANDA ACEH - Ketua Pusat Koperasi Unit Desa (Puskud) Aceh, Anwar M Yusuf menilai pemerintah Aceh saat ini belum memberikan perhatian yang serius terhadap tumbuh kembangnya koperasi di Aceh.

"Saat ini banyak koperasi di Aceh yang sulit bergerak karena berbagai persoalan. Dan pemerintah sepertinya belum melihat hal ini," katanya kepada Waspada Online hari ini.

Ia menjelaskan, pada masa konflik, banyak sekali koperasi di Aceh yang mati suri dan tidak bisa menjalankan aktivitasnya. "Kondisi koperasi di Aceh semakin diperparah ketika tsunami menerjang Aceh pada 2005 silam," ujarnya.

Ia mencontohkan, saat ini di Aceh terdapat 227 Koperasi Unit Desa (KUD) yang tersebar dari Sabang sampai Simeulue, namun dari jumlah tersebut hanya tinggal 40 persen saja yang aktif dan masih menjalankan aktivitas usahanya. "Sebagian besar KUD di Aceh sudah mati, baik karena tidak ada modal, aset sudah hilang, dan juga akses terhadap keuangan," paparnya.

Anwar menambahkan, terkait dengan minimnya anggaran Dinas Koperasi dan UKM pada tahun 2013 yang hanya sebesar Rp26 miliar, pihaknya meminta kepada instansi tersebut untuk lebih aktif mencari dana-dana untuk koperasi dari berbagai pihak. "Dinas Koperasi dan UKM Aceh juga harus aktif melobi Kementrian Koperasi dan UKM, jadi jangan hanya terpaku pada anggaran minimal, harus sistem jemput bola," tukasnya.

Anwar juga meminta kepada KUD yang tidak lagi aktif menjalankan usahanya, untuk segera melakukan Rapat Anggota Tahunan (RAT). "Walaupun usaha dan aktivitas tidak berjalan lagi, RAT harus tetap dilakukan, agar ada pertanggungjawaban kepada publik dan anggota," tandasnya.

Editor: SASTROY BANGUN
(dat18/wol)

Comments

B
i
u
Quote
Code
List
List item
URL
Name *
URL
Code   
ChronoComments by chronoengine.com
Submit Comment