Saturday, 16 March 2013 18:15    PDF Print E-mail
Peserta USAID PRIORITAS praktik di Tebing Tinggi
Warta
CAESSARIA INDRA DIPUTRI
WASPADA ONLINE


TEBING TINGGI - Selama tujuh hari (14-20 Maret 2013) sebanyak 178 peserta yang terdiri dari guru, kepala sekolah, pengawas, dosen LPTK (Lembaga Pendidik Tenaga Kependidikan) dari Unimed dan IAIN Sumatera Utara, dan widyaswara LPMP (Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan) mengikuti pelatihan yang difasilitasi oleh program USAID Prioritizing Reform, Innovation, Opportunities for Reaching Indonesia’s Teacher, Administrators, and Students (USAID PRIORITAS).

Proses pelatihan dilakukan di dua tempat. Materi ruangan dilaksanakan di Siantar Hotel, Pematang Siantar dan praktik mengajar dilaksanakan di Tebing Tinggi.

Setelah dua hari dibekali materi training, 178 peserta pelatihan daerah untuk fasilitator praktik di tingkat Sekolah Dasar (SD) & Madrasah Ibtidaiyah (MI) Provinsi Sumatera Utara (Sumut) melakukan praktik mengajar di Tebing Tinggi, hari ini.

Praktik dilakukan di delapan SD yang pernah dibina USAID DBE (Decentralized Basic Education). Menurut juru bicara USAID PRIORITAS Erix Hutasoit, praktik ini bertujuan untuk mengimplementasikan kemampuan peserta PAKEM (Pembelajaran Aktif, Kreatif, Efektif dan Menyenangkan) pada sistem pembelajaran yang sebenarnya.

Erix menambahkan, sebelum melakukan praktik mengajar, peserta melakukan persiapan merancang perangkat pembelajaran seperti membuat Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang inovatif, mengembangkan media pembelajaran berbiaya murah yang bisa memicu daya kreasi siswa, mendesain lembar kerja yang menginstruksikan siswa berpikir kritis, menciptakan lingkungan belajar yang menarik, dan merumuskan langkah-langkah pembelajaran yang menyenangkan.

”Guru professional harus memahami bahwa setiap anak punya cara belajar yang berbeda, karena itu guru perlu mendesain model pembelajaran yang bervariasi,” kata Erix.

Setelah itu dilanjutkan simulasi mengajar lewat pembelajaran sebaya (peer teaching). Dalam simulasi mengajar, peserta mengujicobakan semua perangkat dan tahapan pembelajaran. Hal itu dimaksudkan agar peserta mampu mengampuh pembelajaran berkelas dunia ketika praktik mengajar.

Kasi Kurikulum Kanwil Kemenag Provinsi Sumut Dahyar Husein, memuji peserta praktik mengajar. Ia menilai peserta praktik terlihat sangat onovatif berkat metode PAKEM yang diterapkan sehingga siswa lebih cepat memahami materi pelajaran.”Sekaligus mereka lebih kuat mengingat atau memorisasi materi pelajaran tersebut,” ungkap mantan Kepala MAN 2 Padangsidempuan ini.

Begitu juga menurut guru SD 064994 Medan Marelan Aita Maharani, yang ikut praktik mengajar. Pemilihan metode yang sesuai dengan cara belajar siswa akan membuat siswa tertarik belajar dengan penggunaan media belajar atau alat peraga.

Editor: SASTROY BANGUN
(dat18/wol/rilis)

Comments

B
i
u
Quote
Code
List
List item
URL
Name *
URL
Code   
ChronoComments by chronoengine.com
Submit Comment