Thursday, 14 March 2013 18:37    PDF Print E-mail
Pemerintah tak tanggung jawab progres Kuala Namu
Warta

AGUS UTAMA & HARLES SILITONGA
WASPADA ONLINE


MEDAN - Progres operasional Bandara Internasional Kuala Namu kembali terkendala karena belum tuntasnya masalah pembebasan lahan. Demokian dikatakan Pimpinan Proyek Bandara Kuala Namu Angkasa Pura II, Joko Waskito ketka dikonfirmasi Waspada Online, hari ini.

Joko menjelaskan, bahwa secara teknis pembangunan Bandara Kuala Namu sudah rampung 97 persen, tinggal menunggu finishing.

join_facebookjoin_twitter

"Tapi yang masih terkedala adalah soal terkendalanya aksesbilitas ke Kuala Namu, dari tiga aksesbilitas yakni jalur arteri, jalur kreta api dan jalur tol. Dan dua diantaranya yaitu jalur arteri dan jalur tol belum terlihat penyelesaiannya," jelas Joko.

Dia berharap agar pemrintah daerah secepatnya menuntaskan pemebasan lahan untuk mempercepat realisasi aksesbilitas tersebut. "Sebagai warga saya melihat tidak ada kemajuan sama sekali di jalur itu, karena belum tembus," ungkap Joko.

Sebelumnya dijelaskan GM PT Angkasa Pura II Bandara Polonia Medan T Said Ridwan menjawab Waspada Online, awalnya operasional Bandara Kuala Namu akan dilakukan Agustus mendatang sesuai dengan kesepakatan stake holder saat kedatangan Wapres Boediono.

Menurut Ridwan, sampai sekarang ini sebenarnya masih banyak item pekerjaan yang belum terutama akses ke Kuala Namu baik jalan arteri dan jalan tol.

“Nah itukan kewenangan pemerintah yang menjadi tanggung jawab kami hanya terminal dan cargo dan itu hampoir rampung tingga finishing saja. Kita tetap optimis, Agustus bisa operasi tetapi kalau jalan bukan urusan kita,” ujarnya.

Menurut Ridwan, soal tidak tuntasnya aksebilitas tersebut sudah menjadi tanggung jawab pemerintah daerah dan pusat untuk menyelesaikannya.

“Bagaimana mau ke bandara kalau akses tidak ada dan banyak lagi lampu jalan juga harus segera dituntaskan agar bandara kebanggaan masyarakat Sumatera Utara tersebut dapat segera diselesaikan,” ujarnya.

Dia juga berharap agar pemerintah bersinerji dalam menuntaskan proyek-proyek Bandara Kuala Namu yang belum rampung untuk segera dituntaskan. “Nah soal jalan misalnya, anda lihat sendirian! Bagaimana penyelesaiannya nah kita harapkan pemerintah segera menuntaskanya,” harapnya.

Ditambah lagi, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan mengatakan bahwa dengan molornya pengoperasian bandara Kuala Namu, PT Angkasa Pura II sebagai BUMN pengelola bandara terancam merugi.

"Ya, BUMN-nya rugi, karena itu sebabnya bukan kepada BUMN, lebih ke pembebasan lahan. Itu karena jalan, di luar BUMN," ujar Dahlan, di kantor Wakil Presiden, Jakarta, hari ini.

Mengenai hal tersebut, Dahlan menyampaikan hal itu di luar wewenang BUMN. Untuk itu, dirinya meminta otoritas terkait untuk mempercepat pembangunan Bandara Kualanamu. "BUMN-nya rugi, itu di luar kewenangannya Angkasa Pura," tuturnya.

Sebelumnya, Kementerian Pekerjaan Umum menargetkan pembangunan empat lajur jalan akses ke Bandara Internasional Kualanamu bisa rampung pada pertengahan tahun depan.

Jalan nasional sepanjang 14,5 kilometer tersebut nantinya juga akan dilengkapi sebuah jembatan layang sepanjang 1 kilometer. Pembangunan jalan ini tertunda, karena sulitnya proses pembebasan tanah.

Editor: AUSTIN ANTARIKSA
(dat03/wol)



WARTA KARTUN

Comments

B
i
u
Quote
Code
List
List item
URL
Name *
URL
Code   
ChronoComments by chronoengine.com
Submit Comment