Tuesday, 12 March 2013 17:55    PDF Print E-mail
Malam, Medan jadi kota menakutkan
Warta
RIDIN
WASPADA ONLINE


MEDAN – Entah penjahat ataupun geng motor, aksi kejahatan di malam hari marak terjadi di Kota Medan. Dini hari tadi misalnya, kawanan pria bermotor yang diduga sebagai geng motor dengan membawa kelewang dan  senjata tajam merampas sepeda motor.

Mengutip keterangan korban di kepolisian, Muhammad Fauzi (20) warga asal Perbaungan, dini hari tadi  korban melintas di Jalan Gaperta Ujung Helvetia mengendarai sepeda motor vario biru BK 5575 MAD untuk membeli nasi goreng.

join_facebookjoin_twitter

Setibanya di kawasan tersebut, korban yang berkos di Jalan Karya Gang Sukaria, pelaku yang berjumlah 8 orang dengan mengendarai  4 sepeda motor menenteng kelewang menyetop korban. Di bawah ancaman, korban dipaksa menyerahkan sepeda motor miliknya. "Saya diikuti dari belakang, terus saya diberhentikan sama mereka," jujur dia.

Karena korban yang baru 2 tahun di Kota Medan ini merasa takut dan menyerahkan sepda motornya digondol pelaku.

"Semuanya pegang klewang, takut saya bang, terus mereka mengancam saya agar motor diserahkan. Terus saya disuruh pulang jalan kaki," terangnya sambil tertunduk.

Setelah pulang korban pun segera membuar laporan ke pihak kepolisian namun laporannya ditolak karena tidak melengkapi persyaratan yaitu tidak membawa buku BPKB. "Disuruh bawa dulu BPKB-nya bang," terangnya.

Aksi kekerasan kelompok bersepeda motor bukan kali yang terakhir tetapi sudah sering beraksi. Bahkan, korbannya juga bukan hanya warga sipil. Pos Lantas Polresta Medan juga prnah dirusah kelompok geng motor.

Walaupun polisi telah berupaya semaksimal mungkin untuk memberangus aksi kawanan geng motor yang selalu membuat onar di Kota Medan, tetapi nampaknya aksi yang sering digandrungi kawula muda tersebut tidak akan berhenti.

Menaggapi semakin maraknya aksi kawanan geng motor analis  perkotaan Muhammad Arvin Nasution menyebutkan kalau upaya polisi dalam memberantas geng motor belum maksimal. “ Polisi hanya gencar diawalnya saja. Sehingga geng motor tetap tumbuh dan selalu membuat onar,” ungkap Arvin.

Arvin juga menyebutkan dalam memberantas gang motor juga harus melibatklan semua pihak baik para orang tua, guru dan tokoh masyarakat. “ Semua pihak harus dilibatkan dalam pemberantasan geng motor tersebut kalau ingin wajah Kota Medan ini semakin aman dari amukan geng motor,” ungkap Arvin. 
Dikatakan, aksi-aksi geng motor atupun bandit jalanan bersenjata akan membuat cap bahwa Medan menjadi kota yang menakutkan malam hari. “Perlu tindakan tegas polisi,” ujarnya.

Editor: HARLES SILITONGA
(dat06/wol)





WARTA KARTUN

Comments

B
i
u
Quote
Code
List
List item
URL
Name *
URL
Code   
ChronoComments by chronoengine.com
Submit Comment