Saturday, 09 March 2013 08:31    PDF Print E-mail
Partisipasi dalam pilkada berkurang
Warta

WASPADA ONLINE

JAKARTA - Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi menyatakan bahwa partisipasi pemilih di pemilukada semakin berkurang. Hal ini disebabkan masyarakat jenuh dengan banyaknya pemilukada.

Menurut hasil evaluasi Kemendagri, dari penilaian 57 pemilukada sejak awal 2012 hingga kini, partisipasi masyarakat hanya berkisar rata-rata 60 persen. Gamawan pun memprediksi jumlah warga yang tergerak menyalurkan hak suaranya pada 2013 tidak jauh dari angka 60 persen pada 43 pemilukada yang digelar tahun ini. “Mengapa kejenuhan? Karena terlalu banyak. Lima kali dalam lima tahun,” kata Gamawan di Jakarta, tadi malam.

Gamawan menilai, awalnya menurunnya angka partisipasi masyarakat dianggap hal yang wajar. Namun setelah ditelaah lagi, penurunan partisipasi masyarakat itu berlangsung konstan dalam beberapa tahun ini.

Dia pun menyarankan agar pelaksanaan pemilukada kabupaten/kota bisa digabung dengan provinsi. Selain menghemat anggaran, juga mengurangi tingkat kebosanan masyarakat akan rutinitas pencoblosan.

Skenario itu bisa dimasukkan dalam revisi UU Pilkada yang sedang dibahas bersama Komisi II DPR.

Namun, untuk pemilihan legislatif (pileg) dan pilpres, Gamawan mengatakan, tidak bisa dibarengkan. Itu karena terkendala calon dan aturan suara parpol di pileg sebagai syarat parpol mengusung capres. “Makanya, perlu ada kajian dulu. Kita tidak kaku dengan tawaran pemerintah beri alternatif.”

Gamawan melanjutkan, institusinya tidak berdiam diri untuk mendorong partisipasi masyarakat meningkat. Selain terus melakukan sosialisasi, pemberian pendidikan politik agar masyarakat menggunakan hak politiknya juga digencarkan.

Dia juga mengatakan, KPU melakukan seruan-seruan supaya warga menggunakan hak pilihnya. Hanya saja, cara itu tidak bisa dituangkan dalam regulasi, karena itu hak warga, bukan kewajiban.

Masyarakat yang memilih golput juga tidak tidak bisa dikenakan denda. “Ini jadi bahan kajian kami mengapa seperti itu, apakah mungkin juga karena kejenuhan terlalu banyak,” ujar mantan gubernur Sumatra Barat itu.
(dat03/inilah)

Comments

B
i
u
Quote
Code
List
List item
URL
Name *
URL
Code   
ChronoComments by chronoengine.com
Submit Comment