Tuesday, 05 March 2013 23:44    PDF Print E-mail
KPK sudah tak bersih lagi
Warta

WASPADA ONLINE

JAKARTA - Loyalis Anas Urbaningrum menuding Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sudah tidak bersih. Pasalnya, hingga saat ini pembocoran draf surat perintah penyidikan (sprindik) atas nama Anas Urbaningrum tidak menjalankan fungsinya dengan baik.

"Kami melihat, ada oknum-oknum yang menyusup ke dalam diri KPK, sehingga dalam hal ini sudah tidak bersih lagi. KPK seolah menjalankan pesanan atau titipan kan? Kelihatannya, oknum-oknumnya kita minta ditertibkan," kata Kuasa Hukum Tri Dianto, Fredrich Yunadi saat ditemui di Gedung Bareskrim Mabes Polri, Jakarta, hari ini.

join_facebookjoin_twitter

Fredrich mengaku, diminta untuk mendampingi Tri, dalam rangka melaporkan penyidik yang membocorkan draf sprindik tersebut.

"Terlapornya, penyidik KPK yang membocorkan. Siapa itu, wewenang penyidik Polri yang mencari tahu. Kalau tak dibocorkan, mungkin ada unsur kelalaian dengan ancaman 4,5 tahun," tegasnya.

Dalam laporannya ke Bareskrim Mabes Polri, Fredrich membawa dokumen keterangan yang menyatakan Anas sebagai tersangka. Dia mengaku, ada keanehan dalam laporan itu, saat  ditanyakan pelayanan masyarakat Mabes Polri soal bukti sprindik asli tersebut.

"Mana mungkin kita punya? Yang punya pasti orang KPK. Silahkan polisi mencari barang bukti. Kita hanya meginformasikan ada tindak pidana dari peristiwa bocornya sprindik itu," pungkasnya.

Komite Etik akan mulai memeriksa saksi perdana terkait kasus bocornya draf Surat Perintah Dimulai Penyidikan (Sprindik) atas nama Anas Urbaningrum. Pemeriksaan tersebut akan berlangsung besok.

Saksi dianggap mengetahui kasus dugaan bocornya sprindik atas nama Anas Urbaningrum terkait penetapannya sebagai tersangka dalam kasus Sport Center Hambalang, Bogor, Jawa Barat.

"Kita sudah menyiapkan hukum acaranya, sudah menetapkan hukum acaranya. Kita sudah menyusun agenda kegiatannya, dan insya Allah mulai besok kita akan mulai memanggil para saksi yang relevan dengan bocornya sprindik itu," ujar Ketua Komite Etik Anis Baswedan di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, hari ini.

Lebih lanjut ia menuturkan, pihaknya telah mengumpulkan sejumlah data terkait bocornya sprindik termasuk rekonstruksi awalnya.

Komite Etik pun, telah memberikan undangan kepada pihak yang akan dimintai keterangan besok. Sebagian sudah merespon positif dan siap untuk hadir. Sementara sebagian lain belum memutuskan kesediaannya untuk hadir besok.

Maka dari itu, ia berharap agar para saksi yang diundang besok bisa hadir. Sedangkan bagi yang tidak hadir besok, lanjut dia, akan dikenai sanksi sesuai prosedur berupa teguran lisan, teguran tertulis.

"Dan bila berat, maka ada anjuran untuk mengundurkan diri. Itu ada di dalam hukum acara kita. Dan bila ada unsur pidananya memang itu harus diteruskan pada aparat penegak hukum," katanya.
(dat03/sindonews/wol)



WARTA KARTUN 

Comments

B
i
u
Quote
Code
List
List item
URL
Name *
URL
Code   
ChronoComments by chronoengine.com
Submit Comment