Tuesday, 05 March 2013 20:08    PDF Print E-mail
2 terdakwa korupsi buku divonis ringan
Warta
IRWAN SIREGAR
WASPADA ONLINE


MEDAN - Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Medan, menjatuhkan vonis lebih ringan dari tuntutan JPU Nanang Prihanto. Dimana JPU yang menuntut terdakwa Rustam dengan hukuman 2 tahun penjara, namun majelis hakim memvonis 16 tahun dan terdakwa Lamser dituntut 18 bulan penjara, namun majelis hakim hanya memvonis hukuman 12 bulan penjara.

Dalam amar putusan majelis hakim yg diketuai, Suhartanto menyatakan, terdakwa mantan Kepala Dinas Pendidikan Sibolga, Rustam Manalu selama 16 bulan penjara, terbukti ikut turut serta menyelewengkan anggaran pengadaan buku perpustakaan tahun Anggaran 2010 yg merugikan negara hingga Rp570 juta, seperti dakwaan subsider JPU.

Selain hukuman fisik, terdakwa juga dihukum dengan membayar denda sebesar Rp50 juta subsider 2 bulan kurung penjara.

Dalam berkas terpisah, majelis hakim juga menjatuhkan hukuman 12 bulan penjara kepada Lamser Tinambunan, selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) pengadaan buku.

Dalam pertimbanganya, kedua terdakwa dibebaskan dari hukuman tambahan membayar uang pengganti, karena uang hasil korupsi diduga dinikmati Rafandi Malau, Wakil Direktur CV Alfa Centauri, selaku rekanan.

Vonis terhadap kedua terdakwa lebih rendah dari tuntutan JPU Nanang Prihanto yg menuntut terdakwa Rustam dengan hukuman 2 tahun penjara dan terdakwa Lamser 18 bulan penjara.

Menanggapi vonis ini, baik kedua terdakwa maupun JPU mengaku masih pikir-pikir. Sebelumnya dalam dakwaan disebutkan dana pengadaan buku perpustakaan SD untuk 17 sekolah di Kota Sibolga bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) APBD Kota Sibolga 2010 sebesar Rp1,5 miliar. Pengadaan buku tersebut kemudian dikerjakan CV Alfa Centauri.

Sesuai kontrak atau perjanjian pemborong, pengadaan buku sudah harus selesai 26 Desember 2010. Meski buku-buku perpustakaan itu belum diserahkan kepada Lamser selaku PPK, tapi Rafandi Malau mengajukan pencairan dana untuk prestasi kerja 100 persen.

Namun, setelah dana dicairkan, Rafandi tidak juga menyelesaikan pengadaan buku tersebut. Sehingga akibat perbuatan mereka negara dirugikan sebesar Rp570 juta lebih.

Editor: SASTROY BANGUN
(dat16/wol)

Comments

B
i
u
Quote
Code
List
List item
URL
Name *
URL
Code   
ChronoComments by chronoengine.com
Submit Comment