Tuesday, 05 March 2013 23:08    PDF Print E-mail
Masyarakat dimita maklumi tugas Densus 88
Warta
WASPADA ONLINE

JAKARTA - Kepolisian meminta masyarakat untuk memaklumi kerja dari Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror saat menjalankan tugasnya melakukan penangkapan teroris yang kadangkala menggunakan senjata api.

"Dalam menghadapi teroris, ini risiko agak lebih tinggi," kata Karo Penmas Mabes Polri Brigjen Pol Boy Rafli Amar di Mabes Polri, Jakarta, hari ini.

Boy mengakui, dalam aksi penanganan teroris memang Densus kerap mengeluarkan tembakan. Tapi menurutnya, ada alasan mengapa Densus menembak. "Upaya paksa penembakan itu, karena ada kandungan bahan peledak dan senjata api di pihak berhadapan," ungkapnya.

Tak jarang, terang Boy, dalam situasi (pembekukan) polisi menjadi korban teroris. Apalagi para teroris menggunakan peralatan yang cukup berbahaya. "Ada contoh petugas kita yang justru dalam posisi jadi korban karena senjata yang berbahaya," terangnya.

Meski demikian, pihaknya tetap mempelajari masukan yang diberikan Komnas HAM tentang penanganan terorisme, dan menjadi masukan tersebut sebagai pertimbangan dalam penanggulangan teroris oleh Densus 88.

Sebelumnya, Komnas HAM mengkritik aksi main tembak dalam menangani kasus terorisme. Terkait aksi ini, Komnas HAM menuding Polri tak pernah melakukan evaluasi operasional terhadap kinerja Densus 88. Pasalnya hingga saat ini kasus kekerasan oleh korps pasukan khusus itu tetap saja terjadi.
(dat16/inilah)

Comments

B
i
u
Quote
Code
List
List item
URL
Name *
URL
Code   
ChronoComments by chronoengine.com
Submit Comment