|
||||
| Indonesia tahun 2015 sudah budayakan K3 |
| Warta |
|
SASTROY BANGUN WASPADA ONLINE MEDAN - Kementrian Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Kemanakertrans) Republik Indonesia, bertekad Indonesia di tahun 2015 harus sudah mampu budayakan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3). Untuk itu semua pihak, terutama perusahaan-perusahaan harus ikut mendukungnya sehingga tingkat kecelakaan kerja semakin menurun.Demikian disampaikan Direktur Jenderal Bina Pengawas Tenaga Kerja (Dirjen Binwasnaker) Kemenakertrans Republik Indonesia, T Saut Siahaan, kepada wartawan ketika menghadiri upacara, “Hari Keselamatan dan Kesehatan Kerja Nasional dan Pernyataan Dimulainya Bulan Keselamatan dan kesehatan Kerja Nasional 2013,” di Lapangan Merdeka Medan, hari ini. “Secara nasional, dengan upaya yang kita lakukan selama ini, tingkat kecelakaan kerja yang terjadi mengalami penurunan. Apalagi kita telah membuat tekad, Indonesia di tahun 2015 harus sudah mampu berbudaya K3. Dengan pemahaman kita bahwa semua pihak akan mendukung tekad ini. Kita harapkan dengan budaya K3 ini, maka tingkat kecelakaan kerja semakin menurun,” kata Saut. Selanjutnya Saut menegaskan, bagi perusahaan yang mengabaikan keselamatan kerja bagi para pekerjanya akan dikenakan sanksi tegas sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. “Jika perusahaan melanggar dapat dikenakan sanksi dengan hukuman penjara 3 bulan atau denda Rp.100 ribu,” tegasnya. Untuk menghindari sanksi tersebut, Saut mengaku pihaknya terus melakukan pembinaan terhadap perusahaan-perusahaan yang ada. Sebab, persoalan tenaga kerja tidak hanya menyangkut masalah K3 saja tetapi juga ada norma-norma ketenagakerjaan lain yang harus dibenahi sehingga masalah tenaga kerja dapat berjalan dengan baik. Walikota Medan, Rahudman Harahap, yang bertindak sebagai inspektur upacara dalam upacara K3 Nasional berharap, seluruh perusahaan yang ada di Kota Medan agar menyiapkan peralatan kerja yang memadai bagi para pekerjanya. Kemudian diikuti dengan pengarahan dan pelatihan tentang cara penggunaan alat-alat tersebut. Serta diikuti dengan peningkatan kualitas SDM para pekerja. “Alat-alat kerja sekarang semakin canggih. Untuk itu skill dan SDM para pekerja harus ditingkatkan sehingga dapat mengoperasikan peralatan kerja tersebut dengan baik dan benar. Meski demikian harus tetap diawasi guna meminimalisasi terjadinya kecelakaan dalam kerja,” ungkap Walikota. Dalam rangka meminimalisasi terjadinya kecelakaan kerja ini, Walikota mengatakan Menteri Tenaga Kerja Republik Indonesia, Muhaimin Iskandar pada 16 Oktober 2012 telah meluncurkan program “Saya Pilih Selamat”. Tujuan program ini mengajak semua untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya keselamatan dan perilaku aman dalam bekerja. Karenanya, seluruh stake holder dan masyarakat agar menjadikan program ini sebagai salahs atu upaya dalam mewujudkan budaya K3. “Jadi melalui program “Saya Pilih Selamat”, maka seluruh pemilik modal, pengusaha, stake holder maupun pekerja mulai sekarang harus berpikir bahwasannya keselamatan harus diutamakan. Hal ini sangat penting dalam upaya menekan terjadinya angka kecelakaan kerja,” harapnya. Upacara ini dirangkaikan dengan penyerahan satu unit Mobil Tanggap Darurat Keselamatan dan Kesehatan Kerja dari Dirjen Binwasnaker Kemenakertrans RI kepada Walikota. Setelah itu dilanjutkan dengan penyerahan beasiswa dari PT Jamsostek kepada 12 orang putra-putri pekerja peserta program Jamsostek berprestasi yang diserahkan langsung Walikota didampingi Wakil Walikota Dzulmi Eldin. Untuk tingkat SD dan SMP, beasiswa yang diterima sebesar Rp1.800.000 per orang, sedangkan tingkat SMA dan perguruan tinggi mendapatkan Rp2.400.000. Selain itu Walikota juga menyerahkan jaminan kecelakaan kerja yang menyebabkan meninggal dunia dari PT Jamsostek kepada Indah Rahmadani, istri Abdi Sutrisno, karyawan PT Adhi Karya (Persero Tbk) sebesar Rp168.426.400. Serta Sumenik, istri Sudarto selaku karyawan PDAM Tirtanadi yang menerima jaminan kecelakaan kerja sebesar Rp210.109.576 dan jaminan hari tua Rp21.505.170. Yang terakhir penyerahan penghargaan Zero Accideng untuk 22 perusahaan . Editor: HARLES SILITONGA (dat18/wol) |




MEDAN - Kementrian Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Kemanakertrans) Republik Indonesia, bertekad Indonesia di tahun 2015 harus sudah mampu budayakan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3). Untuk itu semua pihak, terutama perusahaan-perusahaan harus ikut mendukungnya sehingga tingkat kecelakaan kerja semakin menurun.
Comments