Tuesday, 05 March 2013 18:33    PDF Print E-mail
Belum pernah sprindik bocor ke publik
Warta
WASPADA ONLINE

JAKARTA - Belum pernah ada kebocoran dokumen atau salinan draf sprindik seperti atas nama Anas Urbaningrum yang terjadi di era kepemimpinan KPK sebelum masa Abraham Samad Cs.

Begitu dikatakan mantan Komisioner KPK, M Jasin di kantor KPK, Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, hari ini. Terlepas dari hal itu, Jasin tetap mengapresiasi terbentuknya Komite Etik yang mengusut siapa pelaku pembocor sprindik yang menyebutkan Anas Urbaningrum menjadi tersangka itu.

"Dulu belum pernah. Baru kali ini saja (dugaan) kebocoran itu. Kita berikan apresiasi telah dibentuk Komite Etik," kata M Jasin.

Jasin datang dalam kapasitasnya sebagai Inspektur Jenderal Kementerian Agama (Kemenag). Ia diundang Pimpinan KPK untuk membahas masalah pencegahan korupsi pada anggaran di Kementerian Agama. Selain Jasin, hadir pula dalam kesempatan ini, mantan komisioner KPK lainnya, Haryono Umar yang saat ini menjabat sebagai Irjen Kemendikbud.

Jasin tak mau berspekulasi tentang siapa pembocor sprindik tersebut. Yang pasti, upaya KPK membentuk Komite Etik menyelidiki dugaan bocornya draf sprindik merupakan sebuah usaha untuk menemukan siapa pelaku penyimpangan itu.

"Atau ada tidaknya tidaknya pelaku penyimpangan itu di internal KPK," demikian Jasin.

KPK sudah membentuk Komite Etik yang dipimpin Anis Baswedan, Rektor Universitas Paramadina, untuk mengusut dugaan bocornya draf yang diduga sprindik atas nama tersangka Anas. Saat ini Komite Etik tengah bekerja.

KPK sebelumnya sudah menerjunkan tim investigasi di bawah Deputi Pengawasan Internal dan Pengaduan Masyarakat KPK mengusut sprindik. Setelah mendapat laporan dari tim investigasi, Pimpinan KPK menyepakati membentuk Komite Etik. Diduga kuat dokumen itu milik KPK.
(dat18/rmol) 

Comments

B
i
u
Quote
Code
List
List item
URL
Name *
URL
Code   
ChronoComments by chronoengine.com
Submit Comment