Tuesday, 05 March 2013 15:45    PDF Print E-mail
Pilgubsu berpeluang curang
Warta
IRWAN SIREGAR
WASPADA ONLINE


MEDAN – Pelaksanaan Pemilihan Sumatera Gubernur Utara (Pilgubsu) pada 7 Maret nnati berpeluang besar terjadinya kecurangan. Kecurangan mulai dari pencoblosan surat suara hingga proses pengitungan surat suara.

Hal tersebut berkaca pada hasil evaluasi demokrasi di Sumut pada tahun 2010 atas Pilgubsu 2008. Kecurangan ini bisa berasal dari tim pasangan calon gubernur maupun pihak penyelenggara seperti Komisi Pemilihan Umum Provinsi Sumut (KPUD Sumut) dan Panwaslu.

join_facebookjoin_twitter

“Peluang kecurangan pada Pigubsu nanti pasti besar,” kata Analis Politik dari Universitas Muhammadyah Sumatera Utara (UMSU), Shohibul Ansor Siregar kepada Waspada Online, hari ini.

Dia menambahkan praktek kecurangan sudah mulai sebelum Pilgubsu dimulai dimana masih banyak hak-hak warga yang tidak dihargai karena masih banyak warga yang tidak terdaftar sebagai pemilih.

Selain itu, praktek politik uang yang tidak terdeteksi oleh pihak penyelenggara. “Mulai dari kampanye di lapangan sudah mulai politik uang dengan memberikan uang kepada simpatisan. Ini tidak terdeteksi karena belum ada aturan yang jelas,” jelasnya.

Untuk itu, Ansor menghimbau kepada tim pasangan cagubsu untuk mengawasi TPS-TPS yang ada. “Mereka harus punya orang yang bukan hanya memilih tetapi menongkrongi TPS. Diantara sesama pencuri pasti ada  kode etiknya,” sebutnya.

Sementara itu, tim pasangan cagubsu Chairuman Harahap-Fadly Nurzal sudah menyediakan sekitar 1000 relawan baik dari keluarga, para kader partai pendukung maupun simpatisan.

“Peluang terjadinya kecurangan sangat besar. untuk itu kita menurunkan tim dari jaringan kita. Tim ini diluar saksi,” tim kampanye Chairuman-Fadly, Diatce Gunungtua Harahap kepada Waspada Online, hari ini.

Hal yang sama juga telah dilakukan tim pasangan calon Amri Tambunan-RE Nainggolan, selain saksi yang sudah disiapkan. Pihaknya telah menyiapkan satu orang setiap TPS nya untuk mengantisifasi terjadinya kecurangan yang dilakukan pasangan ini.

“Kita tidak berharap terjadunya kecurangan tapi kemungkinan itu pasti ada. Meningat pengalaman-pengalaman sebelumnya,” kata tim kampanye pasangan Amri-RE, Toga Nainggolan kepada Waspada Online, hari ini.

Sementara itu, tim pasangan cagubsu Effendi Simbolon-Jumiran Abdi juga telah menyiapkan 100.000 relawan baik kader PDIP maupun simpatisan yang menyebar di semua wilayah di Sumut khususnya yang rawan kecuranga.

“Sebanyak 100.000 pemantau pilkada yang terdiri atas pengurus, kader, saksi PDIP, dan simpatisan PDIP itu akan menyebar di semua lokasi mulai tempat pemungutan suara (TPS) dan lokasi lain yang dinilai  rawan kecurangan,” kata Ketua Fraksi PDIP DPRD Sumut, Budiman P. Nadapdap di Medan, hari ini.

Menurutnya, kemungkinan terjadinya kecurangan dalam Pilkada Sumut itu cukup besar mengingat empat calon di luar calon  pasangan yang diusung PDIP, PDS, dan PPRN adalah pejabat Sumut, bahkan ada petahana.

Editor: AGUS UTAMA
(dat06/wol)




WARTA KARTUN

Comments

B
i
u
Quote
Code
List
List item
URL
Name *
URL
Code   
ChronoComments by chronoengine.com
Submit Comment