Tuesday, 05 March 2013 08:33    PDF Print E-mail
Kasus Century didalami lagi
Warta
WASPADA ONLINE

JAKARTA - Tim Kecil Pengawas Century hari ini berkunjung ke kediaman Anas Urbaningrum.

Adapun anggota Timwas Century yang datang ke rumah Anas sejak pukul 10.00 WIB – 12.30 WIB tersebut antara lain, Fahri Hamzah (PKS), Ahmad Yani (PPP), Syarifuddin Suding (Hanura), Chandra Tirta Wijaya (PAN) dan Hendrawan Supratikno (PDIP).

join_facebookjoin_twitter

Salah satu anggota Timwas Century dari Fraksi PDIP Hendrawan Supratikno mengatakan saat berada di rumah Anas, Timwas Century telah berbicara banyak untuk mendalami sejumlah informasi yang sebelumnya dikatakan Anas Urbaningrum tentang kasus Bank Century.

“Tadi kita mendalami sejumlah informasi yang penting untuk kami dalami. Ada fakta yang terlewatkan oleh Timwas yang dianggap tidak penting, tetapi ternyata dengan cara pandang berbeda itu sedikit penting," ujar Hendrawan kepada wartawan di JakartaI, tadi malam. Hendrawan melanjutkan, Anas Urbaningrum masih ingin bicara terkait halaman-halaman yang ingin diungkapkannya.

Maka itu, Timwas rencananya akan meminta keterangan dari Anas lagi. Wacana ini belum ditentukan oleh Timwas, apakah akan kembali datang ke kediaman Anas atau memanggilnya di dalam rapat bersama Timwas Century.

"Mas Anas ingin pertemuannya dilakukan lagi. Jadi tidak satu kali ini saja. Entah dipanggil atau bagaimana, itu nanti akan dirapatkan dulu oleh Tim kecil ini dulu," pungkas Hendrawan.

Pihaknya juga mengatakan, Anas memberikan informasi baru di dalam kasus Bank Century, salah satunya lanjut Hendrawan, Anas menyebutkan ada empat nama baru yang mengetahui banyak tentang kasus Century.

“Dia sebut ada nama baru, ada empat nama dan itu sangat relevan, mereka dari partai politik,” singkatnya tanpa membeberkan nama keempat orang yang dimaksud Anas.

“Contohnya yang sederhana misalnya soal pertanyaan publik apakah Presiden memperoleh informasi yang terus menerus soal bailout. Karena Mas Anas tidak tahu menahu, dia minta dikaji lagi dari fakta-fakta dari surat-surat dokumen yang dikumpulkan,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Hendrawan mengatakan tidak khawatir jika situasi seperti ini dimanfaatkan oleh Anas. Sebab, Hendrawan yakin bisa meraup informasi penting dari Anas, terlebih Anas merupakan salah satu anggota pansus, Ketua Fraksi dan seorang petinggi Demokrat.

"Ya, tentu kami berprasangka baik. Saya anggap ini bentuk kontribusi Mas Anas. Sebab, bicara hukum tanpa politik itu jadinya lumpuh. Jadi harus saling mengisi. Bisa jadi, kalau tidak diungkapkan dia (Anas) merasa menanggung dosa sejarah kalau tidak dikatakan jujur. Masa menunggu saat-saat mau meninggal?" tandasnya.
(dat06/metrotvnews)




WARTA KARTUN

Comments

B
i
u
Quote
Code
List
List item
URL
Name *
URL
Code   
ChronoComments by chronoengine.com
Submit Comment