Tuesday, 05 March 2013 13:22    PDF Print E-mail
Hadapi sidang WTO ini persiapan RI
Ekonomi & Bisnis
WASPADA ONLINE

JAKARTA - Untuk menghindari tuntutan pemerintah Amerika Serikat (AS), terkait kebijakan pembatasan impor hortikultura dan daging, RI menyiapkan negosiator/kuasa hukum handal, untuk beradu argumen dengan delegasi AS.

"Kalau kita tidak bisa menyakinkan mereka, pemerintah bisa dituntut, makanya kita siapkan negosiator yang handal," ujar Menteri Pertanian, Suswono, hari ini.

Terkait tuntutan tersebut, meski terdaftar sebagai anggota organisasi perdagangan dunia (WTO), dan tidak menyalahi aturan yang ditetapkan, namun pemerintah Indonesia tetap harus menyaring komitmen internasional. Termasuk dalam hal ini juga mengenai kemananan pangan. "Harus disikapi dengan profesional, kalau tidak nanti jadi mengada-ada," ujar Suswono.

Konsultasi awal telah dilakukan di Jenewa dan Swiss bulan lalu. Delegasi Indonesia dipimpin oleh Direktur Jenderal Kerja Sama Perdagangan Indoensia Kementrian Perdaganganm Iman Pambagyo.

Dalam konsultasi tesebut, delegasi RI menjelaskan alasan terkait kebijakan yang tercantum dalam Permentan Nomor 60/2012 mengenai Rekomendasi Impor Produk Hortikultura (RIPH). AS dikatakan akan mempelajari kembali alasan yang dikemukakan pihak tergugat. Indonesia berharap persoalan ini selesai di forum konsultasi tanpa berlanjut ke badan sengketa WTO.
(dat18/inilah)

Comments

B
i
u
Quote
Code
List
List item
URL
Name *
URL
Code   
ChronoComments by chronoengine.com
Submit Comment