Monday, 18 February 2013 21:32    PDF Print E-mail
Festival Danau Toba 2013 istimewa
Warta

WASPADA ONLINE

MEDAN - Bupati Samosir Mangindar Simbolon mengatakan Festival Danau Toba 2013 memiliki berbagai keistimewaan yang akan menimbulkan kenyamanan sehingga layak untuk dikunjungi masyarakat.

Usai menghadiri penyampaian visi dan misi cagub dan cawagub Sumut di DPRD Sumut di Medan, hari ini, Bupati menjamin penyelenggaraan Festival Danau Toba 2013 berbeda dengan kegiatan serupa pada tahun-tahun sebelumnya.

join_facebookjoin_twitter  

Untuk menjadi pusat pembukaan dan penutupannya, lokasi kegiatannya akan di Pantai Wisata Batu Hoda di kawasan Cinta Damai, Kecamatan Simanindo.

Kemudian, kegiatan dan hiburan dalam festival tersebut juga dilakukan berbagai pinggiran pantai di kawasan Danau Toba.

Dari sisi akomodasi, pihaknya akan menyiapkan berbagai lokasi yang dapat ditempati masyarakat dari berbagai daerah yang mengunjungi Festival Danau Toba. Dengan keterbatasan hunian hotel di sekitar Danau Toba, pihaknya akan menyiapkan alternatif berupa "home stay" dengan menjadikan rumah penduduk sebagai tempat tinggal pengunjung.

Namun rumah penduduk yang akan disewakan tersebut harus memiliki kelayakan untuk menjadi tempat tinggal seperti ketersediaan air, kamar mandi, dan jaminan kebersihan.

Kebijakan alternatif tersebut sangat mungkin dilakukan karena banyak rumah penduduk yang kosong dan tidak dirawat. "Itu bisa disewakan, syaratnya harus layak yakni ada kamar mandi, air, dan bersih," katanya.

Kemudian, kata Bupati, disiapkan juga lokasi camping atau berkemah bagi pengunjung yang mungkin akan menarik perhatian, terutama bagi kalangan generasi muda. Penyiapan lokasi berkemah sangat memungkinkan karena banyaknya lokasi kosong antara jalan lingkar Samosir dengan pantai yang cocok untuk berkemah.

Selain keberadaan tanah yang bersih, lokasinya juga menarik karena banyak pepohonan sehingga akan memberikan kerindangan dan kesejukan bagi masyarakat yang berkemah.

Selain dapat menampung pengunjung yang diperkirakan membludak, penyiapan kemah tersebut juga akan memberikan manfaat bagi masyarakat untuk menambah penghasilan ekonomi.

Untuk menyukseskan penyiapan lokasi kemah tersebut, pihaknya akan menginstruksikan kalangan pengusaha yang terlibat dalam Festival Danau Toba untuk berkoordinasi dengan warga yang menjadi pemilik tanah.

Keistimewaan Festival Danau Toba 2013 yang lain adalah perubahan paradigma dalam penyediaan konsumsi yang selama ini dilakukan panitia. Pola selama ini yang mengandalkan panitia cukup merepotkan. "Selanjutnya, panitia hanya menyediakan konsumsi untuk tamu tertentu," katanya.

Untuk Festival Danau Toba 2013, penyediaan konsumsi akan dilakukan masyarakat sekitar Danau Toba yang akan difasilitasi panitia.

Agar dapat diterima seluruh lapisan masyarakat, pihaknya akan menetapkan syarat kuliner yang sehat, bersih, halal, dengan harga standar dan dapat terjangkau. "Harus ada unsur halalnya, tempatnya nanti disiapkan panitia. Tempatnya khusus, tidak boleh sembarangan," kata Bupati yang menjadi Ketua Panitia Festival Danau Toba 2013.

Demikian juga penyediaan alat transportasi agar kendaraan yang digunakan pengunjung tidak memenuhi lokasi Festival Danau Toba 2013. Menurut Bupati, disebabkan padatnya masyarakat yang akan mengunjungi Festival Danau Toba, pihaknya mengimbau masyarakat untuk tidak membawa langsung ke Samosir.

Mobil yang dibawa masyarakat tersebut sebaiknya dititipkan di kawasan Tigaras dan Parapat yang akan mendapatkan pengamanan dari panitia. Selanjutnya, kepanitiaan akan menyiapkan tranportasi lokasl yang terjamin, baik keamanan, kebersihan, maupun kepastian dalam jadwal keberangkatan.

Untuk mempermudah penggunaan alat transportasi tersebut, pihaknya akan menyiapkan loket untuk pembelian tiket yang dapat dikembalikan ke panitia. "Jadi, tidak ada uang tunai disana. Itu paradigma baru dalam Festival Danau Toba 2013," kata Bupati.

Sebelumnya dikabarkan, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) yang memasukkan Danau Toba menjadi satu dari 16 destinasi yang dipamerkan di Berlin.

Dalam usahanya, Kemenparekraf memasukkan Danau Toba di pameran ITB Berlin (Internationale Tourismus-Börse Berlin) di Jerman. ITB Berlin merupakan bursa pariwisata dunia terbesar.

Direktur Promosi Pariwisata Luar Negeri Kemenparekraf Nia Niscaya di Jakarta, hari ini, mengungkapkan, ITB Berlin yang merupakan bursa pariwisata terbesar dunia akan digelar di Berlin, Jerman,  6-10 Maret 2013. Pada kesempatan itu Indonesia akan menjadi "official partner country" selama pelaksanaan acara.

Adapun 16 KSPN yang akan dipamerkan d ITB Berlin itu yaitu Danau Toba (Sumut), Kepulauan Seribu (DKI Jakarta), Kota Tua (DKI Jakarta), Borobudur (Jawa Tengah), Bromo-Tengger-Semeru (Jawa Timur), Kintamani, Danau Batur (Bali), Menjangan, Pemuteran (Bali), Kuta, Sanur, Nusa Dua (Bali), Rinjani (Nusa Tenggara Barat), dan Pulau Komodo (Nusa Tenggara Timur).

Selanjutnya Ende-Kelimutu (Nusa Tenggara Timur), Tanjung Puting (Kalimantan Tengah), Toraja (Sulawesi Selatan), Bunaken (Sulawesi Utara), Wakatobi (Sulawesi Tenggara), dan Raja Ampat (Papua Barat).   Dari 16 KSPN sebagian besar sudah mengkonfirmasi, sementara yang lain masih ditunggu, katanya.
(dat03/antara)

WARTA KARTUN

Comments

B
i
u
Quote
Code
List
List item
URL
Name *
URL
Code   
ChronoComments by chronoengine.com
Submit Comment