Monday, 18 February 2013 13:08    PDF Print E-mail
Bupat garut harus kader PPP
Warta
WASPADA ONLINE

GARUT - Wakil Ketua Dewan Pimpinan Wilayah Jawa Barat, Komarudin Taher menegaskan, Bupati Garut periode 2014-2019 mendatang harus berasal dari kader Partai Persatuan Pembangunan (PPP). Hal itu ditegaskannya di hadapan ratusan fungsionaris dan kader PPP dalam Harlah (Hari Lahir) PPP ke-40 bertajuk 'Meneguhkan PPP sebagai Rumah Besar Umat Islam' di gedung Intan Balarea Jalan Patriot Garut kemarin.

Komarudin optimis hal itu dapat dicapai PPP. Pasalnya, PPP Kabupaten Garut sudah menunjukkan prestasinya dengan mengantarkan kadernya, yakni Agus Hamdani yang juga Sekretaris Dewan Pimpinan Cabang PPP Kabupaten Garut sebagai Wakil Bupati Garut, menggantikan Dicky Candra Negara yang mengundurkan diri. Agus pun digadang-gadang tinggal selangkah lagi menjadi Bupati Garut menyusul surat pemberhentian Aceng HM Fikri sebagai Bupati Garut dari Presiden RI hanya tinggal menghitung hari.

"DPC PPP Garut menunjukkan prestasi dengan Wabup Garut berasal dari PPP, dan besok dilantik menjadi Bupati. Maka, pada Pilbup Garut 2013 yang akan dihadapi nanti, Bupatinya harus dari PPP. Persoalan siapa nanti yang akan menjadi Bupati. Apakah Dedi, Lucky, atau Agus, tinggal "hompimpah we"," tandas Komarudin disambut riuh tepuk tangan peserta Harlah.

Sekadar diketahui, sejumlah nama kader PPP yang kini ramai dibicarakan bakal meramaikan Pilbup Garut 2013 yakni Agus Hamdani (Wabup Garut yang juga Sekretaris DPC PPP Garut), Lucky Lukmansyah Trenggana (Ketua DPC PPP Garut yang juga Wakil Ketua DPRD Garut), serta Dedi Suryadi (pengurus DPW PPP Jawa Barat yang juga mantan Ketua DPC PPP Garut, dan mantan Ketua DPRD Garut).

Namun DPC PPP Kabupaten Garut hingga kini masih belum mengambil langkah untuk menetapkan siapa kadernya yang akan diusung menjadi calon Bupati Garut pada Pilbup 2013.

Untuk mengusung sendiri calonnya, PPP sendiri mesti berkoalisi dengan partai lain karena jumlah kursi PPP di DPRD Garut tak mencukupi, hanya 7 kursi dari 50 kursi yang ada di DPRD Garut. Minimal dibutuhkan satu kursi lagi untuk dapat mengusung sendiri calon Bupati atau Wakil Bupati.

Pada bagian lain, Komarudin juga mengingatkan para kader PPP wajib senantiasa berkonsultasi dengan ulama. Sebab, PPP tidak akan besar tanpa ada konsistensi ulama.
Dia menyebutkan, sebagai rumah besar umat Islam maka bagi PPP, perbedaan haruslah dipandang sebagai kultur, dan disikapi dengan dewasa. Bukan dianggap sebagai musuh.

Komarudin pun menyatakan apresiasinya terhadap Kabupaten Garut yang dinilai sebagai daerah paling dinamis geliat perpolitikannya dibandingkan 26 kabupaten/kota di Jawa Barat. Komaruddin berharap, PPP di Kabupaten Garut tidak menunjukkan prestasi menurun. Seperti diperlihatkan dengan hanya meraih 7 kursi pada Pemilu 2009 dibandingkan Pemilu 2004 yang berhasil mendapatkan sebanyak 9 kursi di DPRD Garut.

Ketua DPC PPP Kabupaten Garut, Lucky Lukmansyah Trenggana, berharap Harlah PPP ke-40 menjadi ajang konsolidasi, dan titik tolak kebangkitan PPP, khususnya di Kabupaten Garut.

"Saya harapkan semua kader mulai melakukan sosialisasi sebagai ajang pemanasan Pilbup dan Pileg, agar PPP berhasil dalam Pilbup dan Pileg," ujar Lucky.

Lucky menyebutkan, PPP Kabupaten Garut pernah meraih 14 kursi dari 45 kursi di DPRD Garut pada era awal berdiri PPP. Pada Harlah PPP ke-40 tersebut, Sekjen DPP PPP, Romahurmuzy, pun sempat menantang para kader PPP agar kembali menjadi lumbung suara bagi PPP dalam Pemilu.

"Pada zaman Orde Baru, PPP di Garut lebih besar daripada Tasikmalaya. Sekarang, saya tantang agar Garut bisa lebih besar lagi," kata Romahurmuziy.
(dat18/inilah)

Comments

B
i
u
Quote
Code
List
List item
URL
Name *
URL
Code   
ChronoComments by chronoengine.com
Submit Comment