Friday, 15 February 2013 16:03    PDF Print E-mail
Putusan MK bisa berlaku surut
Warta
WASPADA ONLINE

JAKARTA - Juru bicara Mahkamah Konstitusi (MK) Akil Mochtar menyatakan, perdebatan mengenai batal atau tidaknya sebuah putusan yang tidak mencantumkan perintah eksekusi seperti termuat dalam Pasal 197 ayat 1 huruf k Kitab Undang-undang Hukum Acara Pidana (KUHAP) seharusnya sudah selesai.

Sebab, Mahkamah Konstitusi (MK) telah memutus mencabut huruf k dalam pasal dimaksud yang berisi perintah penetapan status terpidana yakni apakah ditahan, tetap berada dalam tahanan atau dibebaskan, sehingga putusan yang tidak memuat perintah eksekusi tetap sah.

Namun demikian, Akil menyadari, putusan MK memiliki sifat berlaku surut. Sehingga, menurut dia, putusan yang tidak mencantumkan perintah eksekusi sebelum keluarnya putusan MK tetap batal demi hukum.

"Mahkamah memutuskan tidak batal lagi sejak dibacakan putusan itu, dengan logika hukum itu maka sudah otomatis putusan yang sebelumnya yang tidak memenuhi syarat formal pemidanaan dikatakan batal demi hukum dan putusan yang batal demi hukum itu cacat tidak bisa dieksekusi, dan yang sudah dieksekusi harus dibebaskan demi hukum," ujar Akil di kantornya, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta, hari ini.

Akil mengatakan, putusan MK dinyatakan berlaku saat dibacakan. Sehingga, menurut dia, jaksa seharusnya tidak menjalankan perintah eksekusi dari putusan pengadilan tersebut.

"Para penegak hukum harus konsisten dengan putusan tersebut. Itu adalah bentuk penegakan hak asasi orang yang tadinya diberikan putusan itu mengalami perampasan hak-haknya," kata Akil.

Lebih lanjut, Akil menambahkan, apabila jaksa tetap menjalankan putusan tanpa perintah eksekusi itu, maka presiden harus memberikan teguran. "Kalau memang mereka tetap mengeksekusi, ya, presiden harus menegur lah. Karena Kapolri, Menkum HAM, dan Kejaksaan itu kan di bawah naungan presiden," pungkas dia.
(dat18/merdeka) 

Comments

B
i
u
Quote
Code
List
List item
URL
Name *
URL
Code   
ChronoComments by chronoengine.com
Submit Comment