Tuesday, 12 February 2013 20:18    PDF Print E-mail
Gatot dipusaran korupsi
Warta

RIDIN
WASPADA ONLINE


MEDAN – Walaupun Plt Gubernur Sumatera Utara,  Gatot Pujo Nugroho telah membantah secara resmi bahwa tersangka korupsi Biro Umum Pemprov Sumut, Ridwan Panjaitan bukan asisten pribadinya atau ajudannya namun, kenyataannya Gatot berada di pusaran kasus korupsi.

Ridwan Panjaitan yang telah ditahan Polda Sumut  sejak 6 Februari lalu dalam kasus korupsi dana Biro Umum miliaran rupiah secara hierarki, Plt Gubernur Sumut Gatot Pujo Nugroho harus diminta pertanggungjawabannya.

join_facebookjoin_twitter

Kepala Bidang Investigasi Lembaga Pemantau Penyelengara Negara-Republik Indonesia (LPPN-RI) AM Damanik  mengatakan, Plt Gubsu Gatot Pujo Nugroho patut ikut bertanggung jawaba dalam kasus-kasu korupsi di Pemprov Sumut mulai dana bantuan sosial yang menyeret sejumlah pejabat teras Pemprov Sumut hingga kasus Biro Umum yang melibatkan mantan asisten pribadi Gatot, Ridwan Panjaitan.

Polda Sumut yang menangani kedua kasus tersebut sebaiknya  tidak tebang pilih dalam menangani kasus korupsi di Biro Umum Pemprov Sumut dan dana bantuan sosial (bansos) Pemprov Sumut.

“Gatot sebagai Plt Gubsu juga harus diperiksa Polda Sumut,  jangan bawahannnya saja yang jadi korban. Biasanya bawahan melakukan korupsi karena ada petunjuk dari atasan, ” ujar AM Damanik kepada Waspada Online, hari ini.

Sementara itu mantan Bendahara Biro Umum  Pemprov Sumut, Aminuddin yang saat ini menjadi terdakwa dalam kasus korupsi Biro Umum tersebut sangat menyesalkan belum diperiksanya Gatot dalam kasus tersebut.

Sebagai Bendahara Biro Umum, dirinya mengetahui betul  hubungan Gatot dengan Ridwan.   Dia juga sangat menyangkan statemen Plt Gubsu Gatot Pujo Nugroho yang mengatakan kalau Ridwan bukan asprinya.” Kalau seperti itu katanya berartai Gatot telah membohongi publik dengen statemennya  tersebut,“ ujarnya per telepon kepada Waspada Online.

“Data yang ada sama saya sejak Gatot menjabat Wakil Gubernur pada tahun 2008, Ridwan sudah mengambil uang ke saya atas nama Sespri Wagubsu dan setelah itu sejak Gubernur Samsul Arifin dipenjara oktebor 2010 sampai 2011  Ridwan mengambil uang atas nama sespri Plt Gubsu.  Hal itu tertuang dalam kwitansi pengambilan uang di kas biro umum  yang ditanda tangani Ridwan,” ujar Aminuddin yang ditemui Waspada Online usai persidangan kasus Biro Umum Pemprov Sumut  si Pengadilan Negeri (PN) Medan, kemarin.

Aminuddin juga menyebutkan kalau Plt Gubsu Gatot Pujo Nugroho sengaja menyingkirkan  dan mengorbakan Ridwan agar dia( Plt Gubsu- Red) terlepas dari jeratan hukum. “Gotot menurut saya sengaja menyingkirkan Ridwan agar tidak terlibat dari kasus  Biro Umum ini,” ujar Aminuddin.

Ridwan sendiri  termasuk kuasa hukumnya tak berkomentar soal penyangkalan Gatot atas status dia selama ini.

Selain kasus korupsi Biro Umum, Pemprov Sumut juga berada dalam lingkaran korupsi dana abantuan sosial (bansos).  Sudah  10 orang  pejabat Pemprov Sumut (sebagian telah divonis) yang terkait kprupsi dana bansos yang kasusnya sampai sekarang masih berjalan. 

Editor: HARLES SILITONGA
(dat03/wol)

WARTA KARTUN 

Comments

B
i
u
Quote
Code
List
List item
URL
Name *
URL
Code   
ChronoComments by chronoengine.com
Submit Comment