Friday, 08 February 2013 08:12    PDF Print E-mail
Disnakertrans ingin sejahterakan buruh
Warta
WASPADA ONLINE

MEDAN - Tim Gabungan Koordinasi Fungsional (KF) Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Sumut dan PT Jamsostek (Persero) Kanwil I  kembali turun lapangan ke perusahaan-perusahaan di Sumut untuk memastikan pelaksanaan UU Nomor 13/2003 tentang Ketenagakerjaan dan Undang-Undang Nomor 3/1992 tentang Jaminan Sosial Tenaga Kerja (Jamsostek).

Kunjungan Tim Gabungan ke PT  Industri Pembungkus Internasional kali ini merupakan kunjungan ketiga keperusahaan-perusahaan strategis, setelah sebelumnya mengunjungi PT Karet  Deli dan PT Musim Mas untuk memantau pelaksanaan Upah Minimum Provinsi (UMP), K3, pelaksanaan outsorcing (alih daya),  Jamsostek dan aturan ketenagakerjaan lainnya.

Dari kunjungan ketiga perusahaan besar tersebut, perusahaan itu dinilai berhasil melaksanakan peraturan ketenagakerjaan.  Sementara dalam waktu dekat, akan dikunjungi perusahaan yang bermasalah dengan ketenagakerjaan seperti pelaksanaan upah dan jamsostek.

"Saya bermimpi, bagaimana buruh semakin sejahtera, pengusaha tetap untung," terang Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Sumatera Utara Bukit Tambunan didampingi Kepala Bidang Pengawasan  Ketenagakerjaan Disnakertrans Sumut, Fransisco Bangun, saat  Sosialisasi Kebijakan Disnakertrans bertempat di PT Industri Pembungkus Internasional Jalan Pulau Nusa Tarang Km 1 Kawasan Industri Medan, hari ini.



Hadir dalam kunjungan ini Wakil Kakanwil PT Jamsostek (Persero) Kanwil I Pengarapen Sinulingga, Kabid Teknologi Informasi Sanco Manullang, mewakili Direksi PT . Industri Pembungkus Internasional antara  lain Kabag Personalia Jamiadi, Technical Advisor For Production Marry Ann, Ketua Forum Bipartit Amruzal dan puluhan staf.

Dikatakan mantan Kepala Biro OtdaSatda dan Kepala Badan Kesbang Pol dan Linmas Provsu ini, dukungan semua pihak dibutuhkan bagi terciptanya tenaga  kerja yang kompeten dan produktif, perluasan kesempatan kerja dan penempatan tenaga kerja, hubungan industrial yang harmonis, dinamis dan berkeadilan, perlindungan ketenagakerjaan, pesebaran penduduk yang serasi, seimbang dan sejahtera.

Menurut pria berkumis yang pernah menjabat Kepala Bappeda Simalungun ini, untuk mewujudkan misi tersebut paling tidak ada tiga hal yang gencar dilakukan. Ketiga hal itu adalah menciptakan ketenangan bekerja dan kemajuan berusaha, menciptakan suasana hubungan industrial yang harmonis dan berkeadilan  dan membangun komunikasi yang efektif dengan para pemangku kepentingan.

"Perusahaan jangan sampai ada yang 86 (praktik damai), dengan anggota saya. Dan semua petugas disnaker saya minta jangan ada yang berlagak-lagak, menakut-nakuti dan menggertak-gertak perusahaan. Tidak zamannya lagi begitu, ciptakan suasana sejuk," tegas alumnus Institut Ilmu Pemerintah Jakarta ini seraya berharap oknum petugas yang demikian dapat dilaporkan ke Dinas Tenaga Kerja dan Provinsi Sumut.

PT Industri Pembungkus Internasional  memiliki pekerja berjumlah 640 orang telah menjadi peserta jamsostek. Perusahaan ini mengikuti  program Paket A (JKK, JHT, JKM). Tercatat Desember 2012 pembayaran klaim pada perusahaan tersebut, Jaminan Kecelakaan Kerja Rp25 Juta, Jaminan Hari Tua Rp258 Juta, jaminan Kematian Rp16, 2 Juta. Perusahaan tersebut tidak mengikuti program JPK Jamsostek karena telah mengikuti program kesehatan dengan manfaat lebih baik.

Wakil Kepala Kantor Wilayah I PT Jamsostek (Persero) Pengarapen Sinulingga didampingi Kabid Teknologi Informasi Cabang Medan-Belawan Sanco Simanullang dalam sosisalisasinya mengingatkan perusahaan yang menyelenggarakan Jaminan Pemeliharaan Kesehatan (JPK)  dengan manfaat yang lebih baik dari Jamsostek, kedepannya harus lebih berhati hati.

Mengapa demikian, lanjut mantan Kepala Jamsostek Medan ini, karena saat ini peserta jamsostek sudah mendapat peningkatan layanan seperti hemodialisis (cuci darah), operasi jantung, pengobatan kanker, dan HIV/AIDS .

"Perusahaan harus lebih berhati hati. Jika terbukti tidak lebih baik, perusahaan harus menanggung pembiayaan itu, belum lagi buruh akan menuntut hak minimal sesuai ketentuan," jelas Sinulingga. Ia mengingatkan perusahaan yang mengaku telah menyelenggarakan pelayanan JPK lebih baik dari Jamsostek,  untuk serius memperhatikan ketentuan peraturan JPK dengan manfaat lebih baik, sehingga manfaat yang diperoleh buruh benar benar terpenuhi sesuai aturan.

Editor: SASTROY BANGUN
(dat06/wol/rilis)

Comments

B
i
u
Quote
Code
List
List item
URL
Name *
URL
Code   
ChronoComments by chronoengine.com
Submit Comment