Wednesday, 23 January 2013 20:11    PDF Print E-mail
Inilah kriteria pemimpin Sumut
Warta
RIDIN
WASPADA ONLINE


MEDAN – Pemimpin Sumut ke depan harus memiliki kriteria 5 is dan 5 as , dengan harapan dapat menyejahterakan dan merukunkan masyarakat di provinsi ini. Sosok 5 is yang dimaksud yakni, religis, nasionalis, idealis, harmonis serta humanis dan 5 as yang dimaksud yakni bernas, cerdas, tangkas, tegas dan akuntabilitas.

Hal tertsebut dikatakan oleh  mantan anggota DPR RI M.Yusuf Pardeamean malam ini ketika dimintai pendapatnya tentang sosok yang pantas menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur Sumut 2013-2018 mendatang.

Menurut mantan anggota dewan dan pimpinan DPRD Sumut selama 10 tahun ini, kriteria tersebut di atas harus dimiliki Gubsu dan Wagubsu mendatang karena berbagai pertimbangan. “Pertama yang jelas, sumber daya alam dan daya alam yang begitu luas. Kemudian, sumber daya manusia, sumber daya lingkungan serta ekonomi dan kekayaan Sumut yang keseluruhannya harus dimengerti gubernur kita nanti,” ujar Yusuf Pardamean, yang juga salahsatu tokoh Angkatan 66 ini.

Sang gubernur dengan ciri 5 IS dan 5 AS setidaknya adalah sosok yang memahami, mengerti, meneladani, menindaklanjuti dan mengaktualisasikan kondisi alam Sumut secara obyektif dengan  sumber daya yang dimiliki.

“Karena kriteria seperti inilah yang dapat membangun, membina mencerdskan, memakmurkan, mensejahterakan, dan merukunkan Sumut dan masyarakatnya,” sebut salahsatu ketua Al-Jamiatul Wasliyah ini.

Menjawab pertanyaan soal profil lima pasangan cagub dan cawagub yang akan bertarung pada Pilgub 7 Maret 2013 mendatang, Yusuf Pardamean tidak berkenan merinci satu per satu.

Namun Yusuf menyebutkan, banyak sosok yang ramah, rajin berkunjung, membawa keyakinan, rajin menabur kekayaan, sementara sebelumnya tidak memiliki sosok ramah, no silaturahim, bahkan lupa kebaikan teman bahkan tetangga saja tidak suka kepadanya.

 Di bagian lain keterangannya, Yusuf meminta semua pihak untuk mewujudkan sosok yang Pancasilais, dengan lima sila. Yakni ketuhanan yang Maha Esa. “Kita pilih yang rajin relijis yang taat beribadah dan tidak antituhan,” ujarnya. Selanjutnya, kemanusiaan yang adil dan beradab, yakni sosok yang beradab sejak masih remaja sampai jauh ke depan.

Kemudian, persatuan Indonesia adalah sosok yang dapat mewujudkan kerukunan yang indah tanpa membedakan suku, adat, budaya dan agama.

Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmah kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan.”Mari kita peduli dengan sosok yang bernas, cerdas, dan akuntabilitas yang mampu mempertanggungjawabkan harta dan kekuasaan yang dimiliki, baik di dunia maupun di akhirat. Jauh dari kemunafikan perwakilan,” kata Yusuf.

Terakhir, keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. “Diharapkan lahir sosok yang cerdas, tangkas, cerdas, religis, nasionalis, idealis, dan tegas, yang tentu saja akan menggembirakan rakyat di Indonesia, mulai dari desa sampai ke kota. Mereka akan tersenyum, tertawa dan beteriak maju Indonesia, makmur Sumut, sejahtera, pintar, sehat, rukun, dan tentram, tidak dengki dan cemburu,” pungkas Yusuf.

Editor: AGUS UTAMA
(dat06/wol)

Comments

B
i
u
Quote
Code
List
List item
URL
Name *
URL
Code   
ChronoComments by chronoengine.com
Submit Comment