Wednesday, 23 January 2013 07:11    PDF Print E-mail
Kuota perempuan 30 persen tak bisa dipaksakan
Warta
WASPADA ONLINE

JAKARTA - Ketua Komisi II DPR Agun Gunandjar Sudarsa meminta Komisi Pemilihan Umum tidak kaku dalam menerapkan Undang-Undang Pemilu. Khususnya terkait 30 persen kuota untuk perempuan sebagai anggota legislatif.

"Masak kami harus memaksa banci (jadi kader) demi memenuhi 30 persen kuota perempuan?" tanya Agun Gunandjar dalam rapat kerja dengan Komisi Pemilihan Umum dan Badan Pengawas Pemilu di Kompleks Parlemen, Jakarta.

Agun mengatakan, pemenuhan kuota 30 persen untuk perempuan di DPR/DPD dan DPRD tergantung minat dari perempuan. "Terus kami harus bagaimana kalau perempuannya tidak tertarik masuk politik?" tanya Agun.

Meski DPR yang membuat UU Pemilu, Agun meminta KPU lebih lunak menjalankan UU tersebut. "Jadi kalau bisa aturan ini lebih lunaklah," kata Agun, tadi malam.



Sementara kepada Badan Pengawas Pemilu, Komisi II DPR meminta Bawaslu meningkatkan kinerjanya. Agun berharap Bawaslu adil dalam memproses gugatan sengketa pemilu.
(dat18/metrotvnews)

Comments

B
i
u
Quote
Code
List
List item
URL
Name *
URL
Code   
ChronoComments by chronoengine.com
Submit Comment