Sunday, 13 January 2013 18:33    PDF Print E-mail
Rupiah melemah, inflasi mengancam
Ekonomi & Bisnis
WASPADA ONLINE

JAKARTA - Bank Indonesia harus mengambil langkah cepat mengantisipasi pelemahan rupiah karena berpotensi meningkatkan laju inflasi.

Hal itu terjadi jika ada keputusan tentang kenaikan BBM subsidi. Faktor lain adalah defisit neraca perdagangan yang diprediksi masih akan berlangsung sepanjang 2013.

Ekonom Standard Chartered, Fauzi Ichsan mengungkapkan strategi yang perlu diambil Bank Indonesia yaitu segera mengamankan cadangan devisa dengan membeli rupiah dan menukarkannya dengan dolar AS.

"Pelemahan rupiah akan terus berlanjut jika BI tidak mengambil langkah tersebut. Apalagi ekspor kita melemah," ujarnya di Jakarta, akhir pekan.

Fauzi melihat cadangan devisa yang besar bisa diambil melalui kebijakan pasar valas. Langkah ini akan mampu mengatasi segala kemungkinan buruk melemahnya nilai mata uang rupiah dalam jangka panjang.

"Kita sarankan sebaiknya pemerintah membeli rupiah untuk menguatkan nilai rupiah, kan (cadangan devisa) masih ada US$136 miliar," katanya.

Sebelumnya Menteri Perdagangan, Gita Wirjawan pun memperkirakan neraca perdagangan Indonesia masih akan mengalami defisit sepanjang tahun 2013. Pemicunya karena kondisi ekonomi global yang masih belum pasti. Ia menyarankan agar pasar domestik diperluaas untuk mempersempit kemungkinan tersebut.

Pada perdagangan Jumat (11/1/2013) kemarin, dolar AS menguat terhadap mayoritas mata uang utama tapi melemah tipis terhadap euro (mata uang gabungan negara-negara Eropa). Indeks dolar AS menguat ke 79,75 dari sebelumnya 79,72.

Namun, kurs rupiah terhadap dolar AS di pasar spot valas antar bank Jakarta menguat signifikan 70 poin (0,72%) ke angka 9.650/9.660 dari posisi kemarin 9.720/9.730.
(dat06/inilah)

Comments

B
i
u
Quote
Code
List
List item
URL
Name *
URL
Code   
ChronoComments by chronoengine.com
Submit Comment