Wednesday, 09 January 2013 20:12    PDF Print E-mail
Pasar induk Tuntungan diklaim terbesar di Sumatera
Warta
WASPADA ONLINE

MEDAN  - Pasar Induk Tuntungan di Jalan Bunga Turi, Kelurahan Lau Cih, Kota Medan, Sumatera Utara segera dioperasionalkan setelah selesai dibangun.

"Jika jalan menuju pintu masuk bisa diperlebar, mungkin dalam waktu singkat Pasar Induk Tuntungan ini kita resmikan sambil menyelesaikan jalan tembus menuju Simpang Selayang," kata Wali Kota Medan Rahudman Harahap, hari ini.

Seluruh bangunan dan fasilitas pendukung pasar induk di Kecamatan Medan Tuntunan itu, katanya, sudah representatif dan bertaraf nasional.

Pasar itu diklaim sebagai pasar induk terbesar di Pulau Sumatra.

Ia mengatakan bantungan pasar itu hasil perpaduan antara Pasar Induk Depok dengan Pasar Induk Tangerang di Pulau Jawa.

Bahkan, Rahudman optimistis bahwa pasar induk di areal seluas 12 hektare itu akan lebih baik dibandingkan dengan dua pasar induk di Pulau Jawa tersebut.

Bangunan pasar induk dan fasilitas pendukungnya di lahan seluas 8,5 hektare, sedangkan areal sisanya untuk pembangunan terminal bus, tempat pendingin sayur dan buah ekspor, serta bangunan pendukung lainnya.

Pasar itu diharapkan menjadi pusat perekonomian masyarakat khususnya di Kota Medan.

Selain memiliki bangunan induk untuk tempat pedagang grosir dan subgrosir, pasar induk yang dibangun sejak 2010 itu juga dilengkapi dengan bangunan untuk kantor pengusaha ekspor, kantin, tempat penjualan buah, masjid, tempat istirahat sopir, dan sarana perbengkelan yang lengkap.

Pasar itu juga dilengkapi fasilitas air bersih yang menghasilkan 10 liter air per detik dan mesin listrik dengan daya 125 KVA.

Dia berharap keberadaan pasar induk tersebut mampu mendorong pertumbuhan ekonomi di Kota Medan.

"Setelah  diresmikan, pengelolaan Pasar Induk Tuntungan akan kita serahkan kepada Perusahaan Daerah (PD) Pasar Kota Medan untuk dikelola secara profesional sehingga menjadi urat nadi perekonomian di Kota Medan," katanya.

Ia menjelaskan pembangunan Pasar Induk Tuntungan yang memiliki 1.150 tempat pedagang grosir dan subgrosir itu menggunakan dana sekitar Rp59 miliar.

Kehadiran pasar induk itu dipastikan membantu perekonomian masyarakat.

Meski tempat pedagang grosir dan subgrosir disewakan, katanya, nilai sewa terjangkau masyarakat karena sistemnya berbeda dengan konsep revitalisasi pasar tradisional.

Setelah diresmikan, katanya, seluruh pedagang sayur dan buah yang selama ini beraktifitas jual-beli di pusat pasar, akan dipindahkan ke pasar induk.

"Dengan demikian 75 persen sampah hasil sayuran dan buah akan tertinggal di pasar induk. Sampah itu kemudian akan diangkut ke tempat pembuangan sampah  yang ada di lokasi pasar induk dan langsung diolah menjadi pupuk organik," katanya.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Perumahan dan Pemukiman Kota Medan Rizal Zulkarnain menjelaskan pada Tahun Anggaran 2013, pihaknya mengalokasikan sekitar Rp200 juta untuk tahap akhir pembangunan Pasar Induk Tuntungan.

"Pada Tahun Anggaran 2013 ini, kita hanya menganggarkan Rp200 juta untuk biaya 'finishing' sehingga Pasar Induk Tuntungan selesai secara keseluruhan," katanya.
(dat03/antara)

Comments

B
i
u
Quote
Code
List
List item
URL
Name *
URL
Code   
ChronoComments by chronoengine.com
Submit Comment