Friday, 04 January 2013 00:12    PDF Print E-mail
Protes mahasiswa UMSU berlanjut
Warta
WASPADA ONLINE

MEDAN - Wakil Dekan III Fakultas Ilmu Social dan Ilmu Politik (FISIP) Universitar Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU), Zulfahmi Ibnu mengatakan pembayaran uang Standar Kompetensi Semester (SKS) murni dialokasikan untuk kepetingan gaji dosen.

"Pak Rektor sudah jelas-jelas mengatakan uang kuliah dari tahun ke tahun tidak dinaikkan tetapi dalam kebijakan ini ditetapkan juga uang kuliah dipisah dengan uang SKS tetapi hal ini dikarenakan untuk gaji para dosen," kata Zulfahmi kepada wartawan, hari ini. Tanpa menjelaskan uang kuliah yang wajib dibayar mahasiswa sebanyak 3 jutaan per bulannya.

Dia menambahkan kalau mahasiswa tidak membayar uang SKS maka gaji dosen akan terancam. "Kalau SKS tidak dibayar lantas gaji dosen darimana?," tegasnya.

Dia membantah isu yang beredar selama ini apa yang ditudingkan kepada UMSU yang menekan mahasiswa harus segera membayar SKS, apabila SKS tidak dibayar boleh mengikuti ujian tidak benar.

"Nggak ada kami menekan mahasiswa harus segera membayar uang SKS seperti yang kami dengar selama ini bahkan dikatakan tidak boleh ikut ujian. memang ada hak dan kewajiban itu dan itu harus dipenuhi sesuai dengan ketentuan, jika mahasiswa menyerahkan KRS sekaligus uang SKS, tentunya hal itu lebih bagus lagi," tambahnya.

Menanggapi hal ini, Ketua SMI Komite Pimpinan Komisariat UMSU, Ikhwanuddin mengatakan bahwa hal ini jelas, bahwa banyak uang yang disedot dari mahasiswa tanpa diketahui kegunaannya karena selain uang SKS yang dibankan ada uang kuliah yang diwajibkan sekitar Rp3 jutaan perbulannya.

"Kalau SKS untuk gaji dosen, kemana uang yang Rp3 Jutaan dan uang pembangunan para mahasiswa. Mahasiswa di UMSU banyak," tegasnya.

Dia menambahkan kalau syarat pembayaran uang kuliah pertahap dan SKS selalu dipublikasikan menjelang ujian. "Memang bisa mengikuti ujian tanpa bayar uang SKS duluan tetapi harus mengurus surat dispensasi. Dalam pengurusan surat dispensasi dengan proses yang rumit dan antri karena banyak mahasiswa yang ngurus dispensasi," katanya seraya mengatakan dispen hanya berlaku 3 hari dan dapat diperpanjang.

Seperti diketahui, bentrok antara mahasiswa yang tergabung dalam Serikat Mahasiswa Indonesia (SMI) Cabang Medan dengan pihak birokrasi Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) saat aksi unjukrasa SMI Cabang Medan di kampus UMSU menuntut penghapusan syarat-syarat mengikuti ujian, penghapusan pungutal liar, hapuskan biaya SKS dan tranparansi beasiswa.

Editor: AGUS UTAMA
(dat03/wol/irwans)

Comments

B
i
u
Quote
Code
List
List item
URL
Name *
URL
Code   
ChronoComments by chronoengine.com
Submit Comment