Friday, 14 December 2012 21:41    PDF Print E-mail
Transisi redenominasi dimulai 2014
Warta
WASPADA ONLINE

JAKARTA - Bank Indonesia (BI) semakin mantap untuk melaksanakan redenominasi atau penyederhanaan nilai mata uang rupiah tanpa mengurangi nilainya. Bank Sentral akan memulai masa transisi redenominasi pada tahun 2014.

"Rancangan Undang-Undang Redenominasi kan masuk prolegnas (Program Legislasi Nasional) tahun 2013 di DPR. Usai jadi UU Redenominasi, kami langsung melakukan masa transisi awal tahun 2014," ujar Direktur Eksekutif Departemen Riset dan Kebijakan Moneter Bank Indonesia Pery Waljiyo di Jakarta, hari ini.

join_facebookjoin_twitter

Dalam masa transisi tersebut, BI akan mengedarkan dua mata uang secara beriringan yakni rupiah lama dan rupiah baru. "Masa transisinya berjalan dalam waktu 3 tahun, maka tahun 2017 rupiah lama sudah ditarik. Rencananya begitu," tuturnya.

Menurut Perry, BI siap membahas RUU Redenominasi dengan legislatif pada tahun depan. Dia mengaku BI sudah melakukan studi mendalam tentang penerapan redenominasi hingga kesiapan infrastrukturnya.

"Tahun depan proses RUU, kalau sudah masuk prolegnas maka masuk deseminasi dan sosialisasi seperti kewajiban pencatuman harga dan waktu penyesuaiannya, di samping sosialisasi ada proses persiapan, implikasi teknologinya, kalau tahun depan sudah selesai," tandasnya.

Menteri Keuangan ,Agus Martowardojo, sebelumnya mengatakan, rencana pemerintah melakukan kebijakan redenominasi nilai tukar rupiah jangan sampai mengulang kegagalan kebijakan yang sama dan terjadi pada tahun 1965.

"Di Indonesia pada 1950 dan 1959, kita pernah melakukan sanering. Lalu pada 1965 kita pernah melakukan redominasi mata uang. Bisa dikatakan ketiga-tiganya tidak sukses jadi kita mau meyakinkan bahwa kalau program redenominasi yang mau kita lakukan itu betul-betul sudah benar, sudah tepat waktunya," kata Agus.
(dat03/antara/inilah)

WARTA KARTUN

Comments

B
i
u
Quote
Code
List
List item
URL
Name *
URL
Code   
ChronoComments by chronoengine.com
Submit Comment