Saturday, 08 December 2012 09:19    PDF Print E-mail
Di Kalsel, merokok didenda Rp500.000
Warta
WASPADA ONLINE

BANJARMASIN -Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan segera memberlakukan peraturan daerah (Perda) yang melarang perokok merokok di tempat umum dengan sanksi denda hinga Rp500 ribu atau kurungan tiga bulan.

Perda Nomor 4 Tahun 2012 tersebut berlaku efektif pada Maret 2013.

Menurut  Asisten Pemerintahan Provinsi Kalsel Suhardjo di Banjarmasin, Jumat mengatakan setiap orang yang merokok di Kawasan Tanpa Rokok (KTR) diancam pidana kurungan paling lama tiga bulan atau denda paling banyak Rp500 ribu.

Tujuh Kawasan Tanpa Rokok (KTR) tersebut antara lain yaitu kawasan fasilitas kesehatan seperti rumah sakit, tempat belajar, arena kegiatan anak, tempat ibadah, angkutan umum, tempat kerja, sarana  perkantoran, dan tempat umum.

"Di luar kawasan tersebut tidak ada larangan bagi perokok untuk menikmati hak merokok mereka," katanya.

Suhardjo berharap, Perda penyelenggaraan kesehatan tersebut mampu melindungi warga Kalsel dari paparan  asap rokok, sehingga harapan untuk Kalsel sehat pada 2014 bisa tercapai.

Selain itu, dengan adanya perda yang didalamnya juga mengatur tentang KTR diharapkan dapat memberikan kerangka dan landasan hukum, bagi terciptanya saling menghormati hak masing-masing antara perokok dan orang yang tidak merokok.

"Dengan demikian penyelenggaraan kesehatan yang berkualitas di Kalsel benar-benar bisa tercapai," katanya.

Kepala Biro Hukum Setda Prov Kalsel Sugiono Yazie mengatakan, perda tersebut juga mengatur bahwa bagi setiap orang yang berada di kawasan tanpa rokok, selain dilarang merokok, juga dilarang, memproduksi rokok.

Selain itu, juga dilarang, menjual, mengiklankan dan mempromosikan rokok, dan bila dilanggar sanksinya cukup berat yaitu diancam pidana kurungan paling lama 3 bulan.

"Saat ini pelaksanaan perda tersebut masih tahap sosialisasi, dan nanti untuk implementasi penyampaian lokasi kawasan tanpa rokok maupun penyediaan tempat khusus untuk merokok dilakukan oleh dinas Kesehatan," katanya.

Sedangkan pemberian sanksi dan prosedur-prosedurnya akan dilakukan oleh Satpol PP sebagai penegak Perda.

Sebelumnya, Kepala Dinas Kesehatan Rosihan Adhani mengatakan, hasil riset kesehatan dasar 2011 menunjukkan sekitar 18 ribu anak di Kalsel usia antara lima sampai sembilan tahun adalah perokok.

Jumlah perokok muda di Kalsel tersebut setiap tahunnya terus mengalami peningkatan cukup signifikan. Prevalensi perokok di Kalsel, kata Kepala Dinas Kesehatan, mencapai 30,5 persen dari 3,6 juta penduduk daerah ini.

Prevalensi tersebut hampir sama dengan angka nasional 34,7 persen. Dari 30,5 persen tersebut, kata dia, perokok terbesar pada kelompok umur 15-19 tahun, yaitu 41,3 persen, 10-14 tahun sebanyak 17,5 persen dan usia 5-9 tahun sebanyak 1,7 persen.

Sedangkan prevalensi perokok di rumah, mencapai 84,7 persen atau jauh diatas nasional sebesar 76,6 persen. "Dilihat dari persentase jumlah perokok di rumah tersebut, bisa diartikan 2-3 perokok merupakan perokok di rumah," katanya.
(dat16/antara)

Comments

B
i
u
Quote
Code
List
List item
URL
Name *
URL
Code   
ChronoComments by chronoengine.com
Submit Comment