Thursday, 06 December 2012 06:08    PDF Print E-mail
Petani kakao berharap ada program pendampingan
Warta
WASPADA ONLINE

BANDA ACEH - Petani kakao di Provinsi Aceh berharap adanya program pendampingan dari pemerintah dalam upaya meningkatan produksi dan mutu komoditas tersebut.

"Kami berharap adanya program dampingan secara berkelanjutan dari pemerintah kepada petani dalam upaya peningkatan produksi dan mutu tanaman kakao,kata M Nasir seorang petani ketika dihubungi di Banda Aceh, hari ini.

Dijelaskan, untuk meningkatkan produktivitas dan mutu kakao yang diproduksi petani perlu adanya pendampingan secara berkelanjutan kepada petani.

"Program dampingan telah pernah kami dapatkan dari sejumlah lembaga donor dan kami berharap program tersebut dapat dilanjutkan oleh pemerintah," katanya.

Nasir mengatakan program dampingan tersebut sangat dibutuhkan dalam proses perawatan tanaman dan mengatasi hama yang dapat menyerang buah dan tanaman kakao.

Pihaknya meyakini adanya program bimbingan secara berkelanjutan akan mampu meningkatakan produksi, mutu dan menyejahterakan petani kakao di provinsi ujung paling barat Indonesai itu di masa mendatang.

"Kami optimistis jumlah produksi kakao di Aceh akan meningkat menyusul terus meningkatnya pemahaman petani dalam budidaya tanaman kakao yang lebih baik," katanya.

Provinsi Aceh memiliki lahan kakao produktif sekitar 70 ribu hektare dengan rata-rata produksi 350-400 Kg/ha. Lahan produktif tersebut tersebar di delapan kabupaten sentra kakao di antaranya Pidie, Pidie Jaya, Bireuen, Aceh Utara, Aceh Timur dan Aceh Tenggara.

Salah satu komoditas unggulan asal Tanah Rencong tersebut banyak diekspor ke negara-negara Eropa dan Amerika Serikat yang merupakan kawasan konsumen coklat.

Editor: SASTROY BANGUN
(dat16/antara)

Comments

Name *
URL
Code   
ChronoComments by chronoengine.com
Submit Comment