Wednesday, 05 December 2012 06:22    PDF Print E-mail
Unjuk rasa, buruh di Medan diliburkan
Ekonomi & Bisnis

WASPADA ONLINE

MEDAN - Banyak buruh pabrik di kawasan industri Medan (KIM) diperkirakan diliburkan pada saat unjuk rasa massal menuntut kenaikan upah minimum provinsi (UMP) Sumatera Utara tahun 2013 di Medan pada, hari ini, Rabu (5/12).

Informasi menyebutkan, sejumlah perusahaan bakal meliburkan para pekerjanya untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya gangguan keamanan menjelang saat unjuk rasa itu digelar.

Kepala Sekuriti PT Kawasan Industri Medan (Persero) Joko Sungkono, mengungkapkan sejumlah aktivis dari beberapa organisasi pekerja selama dua hari terakhir gencar menginformasikan kepada buruh di KIM mengenai rencana unjuk rasa massal tersebut.

Namun Joko mengaku hingga menjelang pukul 15.00 WIB belum memperoleh informasi lebih lanjut dari sejumlah perusahaan di kawasan industri itu bakal diliburkan.

"Kemarin juga ada sekelompok orang yang mengatasnamakan dari beberapa organisasi buruh yang berorasi di KIM I," ujarnya.

Mereka dalam orasinya mengajak para buruh agar ikut bersama elemen buruh lainnya menggelar unjuk rasa menuntut kenaikan UMP Sumut tahun 2013.

Ia menambahkan, situasi keamanan di KIM I, II dan III masih relatif kondusif hingga satu hari menjelang rencana unjuk rasa buruh secara massal.

"Kemungkinan besok bakal ada aparat keamanan dari kepolisian yang disiagakan di KIM," tambahnya.

Massa pengunjuk rasa selain berasal dari KIM, juga diperkirakan datang dari sejumlah pabrik di Kabupaten Deli Serdang, kawasan Pelabuhan Belawan Medan, dan Kota Binjai.

Sementara itu, Pemerintah Provinsi Sumut baru-baru ini telah memenuhi janjinya untuk merevisi UMP 2013 sebesar Rp1,375 juta per bulan.

Namun besaran UMP Sumut 2013 tersebut diperkirakan masih jauh dari besaran UMP yang diusulkan oleh sejumlah organisasi buruh di daerah itu, yakni Rp2,2 juta per bulan.

Sekretaris Daerah Provinsi Sumut  Nurdin Lubis, mengatakan, berdasarkan Keputusan Plt Gubernur Sumatera Utara Nomor 188/44/711/KPTS/2012 tanggal 29 November 2012, UMP Sumut 2013 ditetapkan  Rp1,375 juta per bulan atau naik sebesar Rp70 ribu jika dibandingkan dengan keputusan yang dikeluarkan pada 18 Oktober.

Nurdin mengaku, kalangan pengusaha di daerah itu  pada dasarnya menolak keputusan revisi UMP tersebut karena dianggap cukup memberatkan.          

"Dengan berbagai pertimbangan, pemerintah akhirnya memutuskan UMP naik menjadi Rp1,375 juta. Kalau ditanya siapa yang menolak, saya pikir enggak akan ada habisnya," kata dia.

UMP Sumut 2013, menurut dia, merupakan upah tertinggi kedua di Pulau Sumatera, setelah Provinsi Aceh yang mencapai Rp1,55 juta per bulan.
(dat16/antara)

Comments

B
i
u
Quote
Code
List
List item
URL
Name *
URL
Code   
ChronoComments by chronoengine.com
Submit Comment