Tuesday, 04 December 2012 15:12    PDF Print E-mail
Kuota BBM subsidi 2013 diperkirakan 48,7 juta KL
Ekonomi & Bisnis
WASPADA ONLINE

JAKARTA - Kuota bahan bakar minyak bersubsidi tahun 2013 diperkirakan bertambah seperti tahun ini. Dari kuota yang ditetapkan 2013 sebesar 46 juta kiloliter dan diperkirakan bertambah hingga 48,7 juta kiloliter.

Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Rubi Rubiandini, menjelaskan perkiraan pertambahan kuota BBM bersubsidi 2013 dikarenakan masih terjadinya inefisiensi konsumsi BBM serta praktik penyelundupan dan penimbunan. Hal itu juga menjadi sebab naiknya kuota BBM bersubsidi untuk tahun ini, yang ditambah hingga 1,23 juta kiloliter.

Faktor perbedaan harga yang mencolok antara BBM bersubsidi dengan BBM nonsubsidi, dinilai Rubi merupakan pangkal dari inefisiensi konsumsi BBM serta praktik penyelundupan dan penimbunan. Harga BBM bersubsidi yang jauh lebih murah dibanding harga BBM nonsubsidi dimanfaatkan oleh pihak-pihak tak tertentu dengan cara diselundupkan atau ditimbun sehingga bisa dijual kembali dengan harga normal.

"Ada penyelundupan dan penimbunan yang berskala besar, ada yang berskala sedang, dan ada yang berskala kecil. Semua terjadi karena disparitas harga," ujar Rubi.

Ia berharap disparitas harga itu dapat dikurangi pada tahun depan dengan mengurangi subsidi atau menaikkan harga BBM bersubsidi. "Tetapi, kalau pun dinaikkan, kami akan melakukannya dalam kondisi yang baik."

Seandainya memang tidak memungkinkan untuk dinaikkan, maka pemerintah akan bekerja keras untuk menekan inefisiensi serta mencegah penyelundupan dan penimbunan.

Dalam kesempatan yang sama, Wakil Ketua DPP Partai Golkar bidang Energi dan Sumber Daya Alam, Aziz Syamsuddin, mengingatkan pemerintah agar bersungguh-sungguh dalam pengawasan terhadap pendistribusian BBM bersubsidi. Caranya dengan mengurangi tingkat inefisiensi serta mencegah penimbunan dan penyelundupan.
(dat18/viva)

Comments

B
i
u
Quote
Code
List
List item
URL
Name *
URL
Code   
ChronoComments by chronoengine.com
Submit Comment