Sunday, 25 November 2012 20:12    PDF Print E-mail
Jemaat HKBP Brayan kembali berseteru
Warta
RIDIN
WASPADA ONLINE

MEDAN - Pelaksanaan ibadah kebaktian di Gereja HKBP Nomensen, Jalan  Rumah Sakit, Kelurahan Pulo Brayan Bengkel, Kecamatan Medan Timur siang tadi kembali ternoda.

Kali ini masalahnya pintu gereja HKBP ditutup sehingga sekitar 500 Kepala Keluarga (KK) tidak dapat beribadah seperti biasa.

Hal ini dikatakan salah satu pengurus gereja HKBP, Hasibuan di Mapolsek Medan Timur, Minggu (25/11). "Seharusnya pintu gereja janganlah ditutup, itu kan tempat ummat beribadah," katanya.

Ia menyatakan kejadian ini sudah empat bulan berlangsung. Sebelum pemilihan pendeta sudah ada perseteruan antara dua kubu, yaitu dari  jemaat kubu Pendeta J Purba yang terpilih pada Minggu (15/11/2012) lalu dengan jemaat kubu Pendeta Petrus MH Simangunsong yang telah dimutasi.

Perseteruan semakin menjadi saat pendeta Petrus tidak senang dengan terpilihnya J Purba sebagai pendeta baru yang dilantik oleh pengurus HKBP Distrik Medan Aceh. Memang sekarang, kata Hasibuan yang menjadi Pendeta di gereja HKBP yang berada di Jalan Rumah Sakit Kelurahan Pulo Brayan Kecamatan Medan Timur, Tahan Panggabean yang dilantik menjadi pendeta per 1 November 2012.

"Justru itu kita datang ke Mapolsek Medan Timur untuk melaporkan kejadian ini. Tidak semestinya pintu gereja ditutup pendeta Petrus. Itu kemungkinan dilakukannya agar para jemaat tidak bisa beribadah. Para Jemaat kan perlu untuk beribadah, lagian kan beribadah itu merupakan hak dari warga negara," katanya.

Ditanya mengenai tuntutannya datang ke Mapolsek Medan Timur, Hasibuan menyatakan, pihaknya hanya menuntut agar pintu gereja jangan ditutup.

"Sekitar 500 KK dari 800 KK jemaat di gereja HKBP ini setuju dengan peraturan yang berlaku dari distrik (pimpinan pusat) gereja HKBP," ujarnya.

"Kami setuju dengan peraturan yang berlaku dan ditetapkan distrik. Jadi sekitar 500 KK itu tidak memilih siapa pendetanya, melainkan mengikuti peraturan. Sedangkan sekitar 300 KK yang lain hanya diam saja dan mereka memilih untuk tidak beribadah," katanya seraya menyatakan dirinya selama ini beribadah di gedung sekolah minggu.

Terpisah, Kapolsek Medan Timur, AKP Efianto mengatakan pihaknya hanya sebagai pengamanan saja.

"Kemarin kita sudah mencoba mengusir mereka dari gereja namun tetap saja mereka tidak mau. Walaupun begitu, kita akan terus menindaklanjuti hal ini," katanya.
(dat18/wol) 

Comments

B
i
u
Quote
Code
List
List item
URL
Name *
URL
Code   
ChronoComments by chronoengine.com
Submit Comment