Sunday, 11 November 2012 22:10    PDF Print E-mail
Giliran Tapteng dilanda banjir
Warta

WASPADA ONLINE

MEDAN – Tiga kecamatan di Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara mengalami banjir sejak Sabtu (10/11) malam akibat curah hujan yang tinggi. Hingga malam ini, genangan banjir masih melanda daerah tersebut.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumut Ahmad Hidayat di Medan, malam ini mengatakan, tiga kecamatan yang mengalami banjir itu adalah Kecamatan Barus, Kecamatan Tapian Nauli, dan Kecamatan Tukka.

join_facebookjoin_twitter

Di Kecamatan Barus, debit air yang banyak tersebut merusak bronjong Sungai Aek Siruar sehingga meluap dan menimbulkan banjir di sejumlah desa seperti Desa Pasar Terendam, Desa Kinali, Desa Kampung Baru, Desa Mudik dan Desa Sigambo.

Dari koordinasi yang dilakukan, diketahui Pemkab Tapanuli Tengah telah melakukan tanggap darurat dan gotong royong untuk memperbaiki bronjong yang rusak tersebut.

Kemudian, Pemkab Tapanuli Tengah juga akan menurunkan sejumlah alat berat melalui kerja sama dengan salah satu perusahaan perkebunan di daerah itu pada Senin (12/11).

Di Kecamatan Tapian Nauli, banjir yang terjadi disebabkan meluapnya sungai di daerah itu sehingga menggenangi ratusan rumah di Desa Tapian Nauli dan Desa Sibura-bura.

Dalam peristiwa itu juga terjadi longsor yang mengakibatkan satu unit rumah rusak berat dan seorang warga meninggal dunia, katanya.

Menurut dia, BPBD Tapanuli Tengah telah mendirikan posko dan memberikan bantuan berbagai kebutuhan menyediakan berbagai obat-obatan yang dibutuhkan.

“Besok, direncanakan Pemkab Tapanuli Tengah akan memperbaiki rumah yang tertimbun longsor dan memberikan santunan kepada korban,” katanya.

Sedangkan banjir di Kecamatan Tukka disebabkan jebolnya bendungan irigasi Hutanabolon setelah menerima curah hujan yang cukup tinggi. Selain menggenangi rumah warga, banjir tersebut merusak jembatan yang menghubungkan Desa Aek Sinamo dan Desa Huraba, kata Hidayat.

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Wilayah I Medan sebelumnya sudah memprediksi akan terjadi banjir kiriman dari pengunungan yang akan mengakibatkan terjadinya longsor di daerah pengunungan. Untuk itu kepada wisatawan baik lokal maupun mancanegara lebih berhati-hati.

"Karena pada bulan November dan sampai Desember dipastikan hujan sedang terus berlangsung tentu dengan adanya hujan yang terus menurus itu tentunya  daerah yang menuju kepuncak tanahnya bisa menyebabkan longsor dan wisatawan harus berhati-hati," kata Kabid Pelayanan Data dan Informasi Hendra Suwarta saat dihubungi Waspada Online.

"Bulan November ini pada hujan sedang di prediksikan pada malam hari dan pagi dan sore mengalami cuaca yang mendung. Bukan berarti pada pagi dan sore hari tidak hujan," tambahnya.
(dat03/wol/antara)



WARTA KARTUN

Comments

B
i
u
Quote
Code
List
List item
URL
Name *
URL
Code   
ChronoComments by chronoengine.com
Submit Comment