Tuesday, 06 November 2012 12:16    PDF Print E-mail
Tobasa belum ada peta ketahanan pangan
Warta
WASPADA ONLINE

BALIGE – Kantor Ketahanan Pangan Kabupaten Toba Samosir, Sumatera Utara, hingga kini belum memiliki Peta Ketahanan dan Kerentanan Pangan, sehingga sulit melakukan tindak lanjut dalam mengatasi kekurangan pangan di daerah tersebut.

“Sampai saat ini kami belum memiliki peta yang dapat digunakan untuk menganalisis dan mengklasifikasi tingkat kerentanan pangan dengan titik berat aspek ketersediaan dan akses pangan rumah tangga serta pemanfaatan pangan individu tersebut,” kata Kepala Kantor Ketahanan Pangan Toba Samosir Marsarasi Simanjutak di Balige, hari ini.

Padahal, kata dia, peta tersebut dapat dijadikan sebagai referensi dan pedoman bagi upaya-upaya penurunan kerawanan pangan sebagai tindak lanjut dari komitmen Indonesia dalam pencapaian tujuan pembangunan milenium (millenium Development Goals) yang dicanangkan.

Pemerintah dan Badan Pangan Dunia (United Nations World Food Programme/UNWFP) telah melaksanakan peluncuran Peta Ketahanan dan Kerentanan Pangan untuk 14 provinsi dan daerah yang termasuk dalam wilayah paling rentan pangan di Indonesia.

Peluncuran peta tersebut sekaligus menandai peringatan ke-31 Hari Pangan sedunia bertema “Dari Krisis menuju Stabilitas” pada Oktober 2011 lalu.

Peta dimaksud, dibuat berdasarkan data WFP tingkat provinsi, Badan Pusat Statistik, Kementerian Kesehatan, Badan Nasional Penanggulangan Bencana, dan Badan Metereologi, Klimatologi, dan Geofisika.

Marsarasi menyatakan, pihaknya berkomitmen untuk mengatasi kekurangan pangan yang dialami 17.600 jiwa penduduk miskin di daerah tersebut.

“Hingga saat ini, sebanyak 3.899 jiwa masyarakat miskin rentan rawan pangan telah dibantu dengan pemberian bahan pangan serta melakukan pembinaan pada 25 desa agar mereka dapat menjadi desa mandiri pangan,” sebutnya.

Pemerintah daerah setempat, lanjutnya, terus berupaya memberi bantuan pangan, termasuk melakukan pembinaan serta penyeraham bantuan modal usaha ekonomi produktif pedesaan bagi 1.250 kepala keluarga (KK) pada Kabupaten berpenduduk 175.277 jiwa itu.

“Jumlah masyarakat miskin rentan rawan pangan yang tertangani melalui pemberian bantuan pangan terus meningkat setiap tahun, yakni tahun 2010 sebanyak 348 jiwa, pada 2011 meningkat jadi 550 jiwa serta pada 2012 menjadi 2.493 jiwa,” katanya.

Editor: SASTROY BANGUN
(dat18/antara)

Comments

B
i
u
Quote
Code
List
List item
URL
Name *
URL
Code   
ChronoComments by chronoengine.com
Submit Comment