Wednesday, 24 October 2012 20:45    PDF Print E-mail
Letkol TNI jual alat militer dipecat
Warta
WASPADA ONLINE

MEDAN - Pengadilan Militer Tinggi I Medan memecat mantan Komandan Batalyon Infanteri 133/Yudha Sakti Letkol Inf Eduart Hendrik karena dinyatakan bersalah dalam penggelapan dan pemerasan dalam tugas.
     
Putusan itu dibacakan Kepala Pengadilan Militer Tinggi (Dilmlti) I Medan Kolonel CHK Hazarmein yang menjadi ketua majelis hakim dalam persidangan di Dilmilti I Medan, hari ini.

Menurut Kepala Dilmilti, Letkol Inf Eduart Hendrik dinyatakan bersalah melanggar Pasal 149 KUHP Militer yakni menjual peralatan militer.
     
Letkol Inf Eduart Hendrik yang kini bertugas sebagai perwira menengah Kodam I Bukit Barisan tersebut juga dinyatakan bersalah dan melanggar Pasal 368 KUHP tentang penggelapan dan Pasal 372 KUHP tentang pemerasan.
     
Dengan kesalahan tersebut, majelis hakim Dilmilti I Medan juga menjatuhkan hukuman penjara terhadap Letkol Inf Eduart Hendrik selama 1,5 tahun penjara.
     
Mantan Danyon 133/YS Letkol Inf Eduart Hendrik menyatakan banding atas putusan majelis hakim Dilmilti I Medan dengan anggota hakim Kolonel CHK TR Samosir dan Kolonel Sus Bambang Aribowo tersebut.
     
Sedangkan oditur militer Kolonel CHK Rizaldi menyatakan masih memikirkan putusan tersebut karena di bawah tuntutannya yakni dua tahun penjara dan pemecatan.
     
Usai persidangan, panitera Dilmilti I Medan Kapten CHK Nelson Siahaan menjelaskan dakwaan dan tuntutan oditur militer terkait Pasal 149 KUHP Militer karena menjual peralatan militer berupa sepatu dan seragam tugas.
     
Peralatan militer yang merupakan hak prajurit tersebut dijual ke bintara dan tamtama remaja yang diikutkan dalam tugas pengamanan di Ambon, Provinsi Maluku.
     
Pamen TNI AD itu juga dianggap bersalah karena mengikutsertakan 32 bintara dan tamtama remaja dalam tugas ke Ambon meski tidak terlampir dalam surat perintah yang dikeluarkan.
     
Dalam pemberangkatan ke Ambon tersebut, Letkol inf Eduart Hendrik memungut uang sekitar Rp1,5 juta terhadap 32 bintara dan tamtama remaja itu.
     
Letkol Inf Eduart Hendrik juga dinyatakan bersalah dan melanggar Pasal 368 KUHP tentang penggelapan karena menggelapkan dana bantuan untuk prajurit yang membantu evakuasi korban gempa Sumatera Barat.
     
Sedangkan pelanggaran Pasal 372 KUHP tentang pemerasan dikenakan karena memungut dana dari prajurit yang akan mengajukan kredit ke bank.
(dat06/antara)

Comments

B
i
u
Quote
Code
List
List item
URL
Name *
URL
Code   
ChronoComments by chronoengine.com
Submit Comment