Monday, 08 October 2012 20:11    PDF Print E-mail
Jangan mimpi Kuala Namu beroperasi Maret 2013
Warta

RIDIN
WASPADA ONLINE


MEDAN - Pemerintahan Provinsi Sumatera Utara (Pemprov Sumut) yakin kalau Bandara Kuala Namu akan segera rampung dan beroperasi. Keyakinan tersebut diungkapkan oleh Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Sumut yang menyebutkan bandara kebanggaan masyarakat Sumut tersebut akan segera selasai 2012 dan beroperasi pada Maret 2013.

“Saat ini, pembangunan sisi udara sudah 92,32 persen, dan darat 72,5 persen, sehingga dengan progres ini, kita perkirakan selesai akhir 2012 dan beroperasi Maret 2013,” ujar Riadil hari ini.

join_facebookjoin_twitter  

Menurut Riadil, perampungan operasi bandara hingga 100 persen hingga kini terus dikerjakan, termasuk pembangunan terminal pendukung, pemanfaatan scan yang didatangkan dari luar negeri untuk mengintegrasikan sistem di bandara seluas 1.325 hektar itu.

Untuk jalur KA, dan infrastruktur jalan, jelas Riadil, juga sudah dilakukan berbagai langkah termasuk pembangunan beberapa paket proyek infrastruktur kereta api di Stasiun Medan hingga Bandara Kuala Namu di Kabupaten Deli Serdang. Ini diperkirakan  rampung sebelum akhir 2012.

Progres pembangunan beberapa proyek infrastruktur kereta api yang terkait dengan Bandara Kuala Namu saat ini rata-rata sudah mencapai di atas 70 persen.

Proyek infrastruktur kereta api (KA) Bandara Kuala Namu yang sedang ditangani PT KAI saat ini di antaranya jalur KA dari Stasiun Aras Kabu ke bandara dan terminal “city check in” di Stasiun Medan.

Pengerjaan sarana fisik jalur KA Aras Kabu-Bandara Kuala Namu hingga menjelang akhir Agustus lalu sudah mencapai 80 persen. Progres yang hampir sama juga telah direalisasikan untuk pembangunan terminal “city check in” di Stasiun Besar KA Medan.

Untuk pembangunan jalan, jelas Riadil, dalam waktu dekat akan ditender jalan tol Medan - Kuala Namu, dengan melibatkan 2 perusahaan China dan satu dari Indonesia, Hutama Karya.

Total investasinya melalui personal loan mencapai Rp1,4 triliun, sedangkan dana pembangunan yang sudah diserap proyek bandara itu mencapai Rp5,5 triliun, dengan sumber dananya masing-masing Rp3,5 triliun dari APBN dan Angkasa Pura II sebanyak Rp2 triliun.

Selan itu, pada bulan Nopember 2012, juga akan dilaunching pembangunan seksi-seksi jalan, yang akan menyertai pembangunan jalan tol dari Kuala Namu Tebing. Diperkirakan 2015, ruas jalan ini sudah selesai.

Menyinggung soal kendala lahan Riadil mengakui, hambatannya sekarang tidak terlalu berat, karena prosesnya hanya tinggal menunggu adminstrasi saja. “Kita berharap masyarakat tidak menjual tanah yang dilepasnya untuk pembangunan bandara dengan harga yang terlalu tinggi,” ujarnya.

Sejauh ini, Pemprovsu pihaknya terus berupaya menyelesaikan masalah pembebasan lahan sepanjang 2 kilometer, karena jalan tersebut penting karena akan menjadi jalan utara menuju bandara Kualanamu.

Target pembebasan lahan bisa rampung tahun ini. Rencananya, pada tahap awal, jalan arteri itu terdiri dari dua lajur dan dua arah. Selanjutnya, akses ke bandara ini akan diperluas menjadi empat lajur dan dua arah.

Tahun ini, Kementerian PU menganggarkan dana Rp90 miliar untuk pembebasan lahan dan konstruksi jalan arteri Medan-Kuala Namu. Selain itu, pemerintah juga menyiapkan anggaran Rp230 miliar bagi pengadaan lahan proyek jalan tol Medan-Kuala Namu.

Semantara itu harapan Pemprov Sumut kalau Bandara Kuala Namu akan siap beroperasi menurut kalangan di Sumut hanya suatu mimpi saja. Karena, kalau dilihat dari kenyataan pembangunan infrastruktur jalan yang menuju Bandara Kuala Namu masih banyak lagi yang belum rampung.

"Pemprov Sumut jangan berandai-andai dan mimpi kalau Bandara Kuala namu akan siap beroprasi pada Maret 2013. Saya melihat kalau kendala yang dihadapi saat ini adalah terkendalanya ganti rugi lahan warga yang akan digunakan sebagai akses jalan masuk ke kawasan bandara itu," ujar Direktur Eksekutif Lembaga Independen Pemerhati Pembangunan Sumatera Utara (LIPPSU) Azhari Sinik.

Lanjut Azhari kendala ganti rugi tanah warga yang tidak kunjug selesai adalah kelemahan pihak pemerintah dalam hal ini Pemkab Deli Serdang dan Pemrov Sumut karena tidak bisa menyelesaikan maslah tersebut. "Pemkab DS dan Pemprov tidak tegas dalam hal tersebut sehingga pembayaran gabti rugi lahan warga ternendala. Dan ini disebabkab dugaan permaianan dari para pejabat yang berwenang," ujar Azhari.

Sehingga menurutnya, Kuala Namu bisa beroperasi Maret 2013 dan selesai dibangun akhir 2012 sangat diragukan progresnya.

Editor: AGUS UTAMA
(dat03/wol)

WARTA KARTUN

Comments

B
i
u
Quote
Code
List
List item
URL
Name *
URL
Code   
ChronoComments by chronoengine.com
Submit Comment