Sunday, 07 October 2012 14:01    PDF Print E-mail
Walikota berang soal semen curah
Warta
WASPADA ONLINE

MEDAN – Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Medan, M Sofyan, menantang anggota DPRD Medan, untuk menunjukkan bukti bahwa PT Kraton masih mengoperasikan mesin produksi semen curah.

Ia meyakinkan bahwa PT Kreasi Beton Nusa Persada (Kraton) sudah tidak beroperasi lagi.  Dia mempertanyakan hasil pantauan dewan yang menyebutkan kegiatan di pabrik semen yang keberadaannya mengganggu masyarakat sekitar dan pengguna jalan yang melintas masih berjalan itu.

Sofyan meminta anggota DPRD harus benar-benar melakukan pemantauan yang jelas, jangan hanya melihat dari luarnya saja.

Ditegaskan, kalau dipantau itu dilihat ke dalam, mesinnya masih disegel atau tidak. Kalau anggota Dewan hanya memantau dengan melihat banyaknya mobil-mobil molen yang ke luar masuk, itu memang setiap hari ada karena untuk pembangunan center point. Lagi pula pembangunan itu mengambil semen dari Kawasan Industri Medan (KIM).

“Ya kalau memang itu kebijakan Pak Wali. Tapi, mereka (PT Kraton) kan sudah berjanji sama kami bahwa mereka akan menghentikan operasionalnya, dan berjanji pindah lokasi, namun meminta waktu kepada kami. Makanya, kami kasih waktu juga sama mereka," ucapnya, hari ini.

“Operasi semen curah milik PT Kraton sudah dimulai kemarin. Tidak ada itu permainan. Pokoknya sudah saya perintahkan Kasatpol PP,TRTB (Tata Ruang dan Tata Bangunan) untuk membongkarnya. Tidak ada urusan itu sama kita (pemko), apalagi itu sudah mengganggu udara di kota,” kata Walikota Medan, Rahudman Harahap, yang merasa tidak senang dengan munculnya tudingan bahwa ada permainan antara Pemerintah Kota (Pemko) Medan dengan PT Kraton.

Di tempat terpisah, Ketua Komisi D Muslim Maksum menilai pernyataan Kepala Satpol PP Medan M Sofyan yang menyalahkan hasil temuan Dewan tidak pantas. “Sebagai seorang pejabat pemerintah tak seharusnya dia melontarkan pernyataan seperti itu. Janganlah kita saling menyerang,” ucap Muslim. Hal yang sepatutnya dilakukan Satpol PP, yakni menjalankan aturan yang sudah ditetapkan dalam Peraturan Daerah (Perda) No 10/2002 tentang Izin Usaha Industri Perdagangan, Gudang, Ruang serta Daftar Perusahaan.

Jangan cenderung mengabaikan hal yang melanggar aturan. “Kita lakukan semua sesuai dengan tugas masing-masing.Jadi, lakukan saja sesuai aturan yang berlaku,” ungkapnya. Seperti diberitakan sebelumnya, sejumlah fraksi di DPRD Medan menduga Pemko Medan bersekongkol dengan pengusaha pabrik semen curah PT Kraton. Sebab, meskipun sudah diperintahkan Walikota untuk ditutup pabrik itu masih beroperasional.

Editor: SASTROY BANGUN
(dat06/wol/caessaria)

Comments

B
i
u
Quote
Code
List
List item
URL
Name *
URL
Code   
ChronoComments by chronoengine.com
Submit Comment

Warta Terkait: