Saturday, 29 September 2012 00:10    PDF Print E-mail
Konjen Jepang tularkan semangat “bushido”
Warta

WASPADA ONLINE

MEDAN – Konsulat Jenderal Jepang di Medan menularkan semangat “Bushido” (jiwa kesatria) kepada mahasiswa Universitas Sumatera Utara (USU) dengan menggelar peragaan berbagai seni bela diri asal negeri “matahari terbit” tersebut. Seni bela diri itu, di antaranya Judo dan Kendo, kata Konjen Jepang di Medan Yuzi Hamada.

Peragaan seni bela diri yang digelar di Gedung Serba Guna Fakultas Ilmu Budaya USU tersebut juga menghadirkan Presiden Federasi Kendo Seluruh Jepang yang juga Presiden Kendo Internasional Yoshimitsu Takeyasu, serta Touru Tamura, Guru Besar di Akademi Kepolisian Jepang.

“Kami sangat senang dapat mengundang Bapak Yoshimitsu Takeyasu dan Touru Tamura untuk memberikan peragaan dan ceramah tentang bela diri Jepang bersama-sama dengan saya hari ini,” kata Konjen Jepang di Medan Yuzi Hamada, hari ini.

Ia mengatakan, pertukaran budaya melalui seni bela diri Jepang merupakan salah satu hal yang sangat bermanfaat untuk memahami negara Jepang. Melalui seni beladiri, baik masyarakat Jepang maupun Indonesia dapat memahami falsafah dan semangat dari seni beladiri tersebut.

“Falsafah dan semangat seni bela diri itu tumbuh berkembang di dalam sejarah dan kebudayaan kami orang Jepang. Dengan adanya acara ini, kami berharap para mahasiswa dan masyarakat yang hadiri dapat memahami semangat Bushido,” katanya.

Untuk itu, ia berharap, para insan pecinta olahraga bela diri terus mempelajari seni bela diri Jepang sehingga dapat merasakan dan memahami inti seni beladiri tersebut yang tidak dapat diutarakan hanya lewat kata-kata.

Hari ini, lanjut dia, pihaknya mencoba menyampaikan inti dari falsafah salah satu beladiri Jepang yang menggunakan pedang bambu atau disebut Kendo dalam bahasa Jepang, berdasarkan pengalaman yang di peroleh selama berkecimpung di dunia Kendo.

“Saya berharap setelah hari ini para mahasiswa maupun masyarakat umum lainnya di Medan yang belum belajar bela diri Jepang akan tertarik dan menyisihkan waktunya untuk belajar dan bergabung bersama beladiri yang sudah ada di Indonesia khususnya di Medan,” katanya.

Ketua Perhimpunan Alumni dari Jepang (Persada), Darwin Dalimunthe mengatakan acara tersebut digelar dalam rangka memperkenalkan kebudayaan Jepang dan mengembangkan semangat Bushido bagi para penggemar tentang kejepangan dan pelaku seni bela diri, serta mempertahankan keharmonisan antar olahraga bela diri di Sumatera Utara.

“Kendo banyak mengajarkan falsafah hidup, yakni agar kita memahami jiwa kesatria dan sportif serta sifat kekeluargaan yang tinggi pada mahasiswa. Kendo dewasa ini di Sumut juga terus mengalami perkembangan yang cukup pesar terutama pada kalangan mahasiswa,” katanya.

Editor: SASTROY BANGUN
(dat03/antara)

Comments

B
i
u
Quote
Code
List
List item
URL
Name *
URL
Code   
ChronoComments by chronoengine.com
Submit Comment