Thursday, 27 September 2012 15:06    PDF Print E-mail
Penghapusan kredit macet Bank BUMN diawasi
Ekonomi & Bisnis
WASPADA ONLINE

JAKARTA - Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) akan mengawasi implementasi hapus buku (haircut) piutang macet oleh bank BUMN sebagai implikasi dari putusan Mahkamah Konstitusi (MK). Hal ini untuk menjaga agar dalam proses hapus buku tersebut tidak terjadi penyelewengan.

“Nanti kami pilah-pilah, jangan sampai ada orang yang mengambil kesempatan di sini untuk menghapuskan utang-utangnya, padahal dia mampu. Jadi pemisahan ini bukan semena-mena, mereka tidak bisa lari dari tanggung jawab. Jadi ini yang akan kami lihat,” tegas anggota VII BPK Bahrullah Akbar di Jakarta, hari ini.

Ada dua jalur yang menjadi pintu pemeriksaan oleh BPK, yakni BPK menetapkan bank tertentu sebagai objek pemeriksaan, atau DPR meminta BPK untuk melakukan pemeriksaan. “Bisa juga perbankan sendiri meminta kepada kami. Yang jelas hasil pemeriksaan nantinya harus diketahui oleh semua pihak, akan kami buka.”

Ia menekankan, pemerintah harus segera menyiapkan aturan turunan baru mengenai hapus buku piutang macet. Aturan ini penting untuk mencegah terjadinya penyelewengan dalam implementasi.

“Harus ada (aturan turunan), aplikasi ke bawahnya bagaimana. BPK ini bekerja dengan skeptis, jangan sampai ada utang-utang yang masih bisa tertagih, perusahaan masih banyak, dihapus begitu saja,” tuturnya.

Menurut Bahrullah, aturan turunan itu harus memuat penilaian ulang terhadap kredit macet tersebut, sebelum memutuskan untuk mencoret kredit macet tersebut. Penilaian ulang ini harus dilakukan oleh lembaga independen, termasuk oleh BPK.

“Coba bayangkan utang-utang itu masih ada di pembukuan dari 1950-an. Dalam mengambil tindak lanjut harus ada langkah-langkah seperti yang terjadi di luar negeri, harus di-apprise dulu. Mana utang yang betul-betul harus dihapusbukukan,” pungkasnya.
(dat18/mediaindonesia)

Comments

B
i
u
Quote
Code
List
List item
URL
Name *
URL
Code   
ChronoComments by chronoengine.com
Submit Comment