Tuesday, 11 September 2012 21:02    PDF Print E-mail
Skandal Bupati Karo makin heboh
Warta

SASTROY BANGUN
WASPADA ONLINE


MEDAN – Semakin hari, semakin hangat perbincangan di tengah - tengah masyarakat Bumi Turang Kabupaten Karo, isu skandal cinta asmara terlarang yang menerpa Bupati Karo, Kena Ukur Karo Jambi Surbakti.

Cinta segitiga Bupati Karo Kena Ukur dengan Mendang Br Ginting (45) alias Molek bergandengan tangan dan masuk ke dalam sebuah gudang di Daerah Desa Gajah, Kecamatan Simpang Empat, Kabupaten Karo beberapa pekan lalu. Hal ini juga, diakui diakui oleh Bupati dan fotonya kini telah beredar di dunia maya.

join_facebookjoin_twitter

Kecaman maupun kritikan mulai tertuang dari bibir ke bibir, mulai dari tokoh agama, adat sampai ke tokoh masyarakat.

Cici Ardy selaku wadah Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Panji Demokrasi mengecam bahwa prilaku seorang pejabat publik figur sangat memalukan citra Budaya Adat Istiadat Karo, dan bertentangan dengan UU Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintah Daerah.

"Sebagaimana tertuang dalam UU Nomor 32 Tahun 2004 pasal 32 ayat 1 dan 2 tersebut berbunyi, dalam hal kepala daerah dan atau wakil kepala daerah mengahadapi krisis kepercayaan publik yang meluas karena dugaan melakukan tindak pidana dan melibatkan tangung jawab, DPRD mengunakan Hak Angket untuk menangapinya,” ujar Cicy, saat dikonfirmasi, hari ini.
Dikatakannya, dalam ayat 2 menerangkan bahwa, penggunaan Hak Angket sebagaimana dimaksud pada ayat 1 dilaksanakan setelah persetujuan Rapat Paripurna, yang dihadiri oleh sekurang-kurangnya tiga perempat dari jumlah anggota DPRD, dan putusan diambil dengan persetujuan sekurang - kurangnya dua pertiga, dari jumlah anggota DPRD yang hadir untuk melakukan penyelidikan terhadap kepala daerah atau wakil kepala daerah.

 "Oleh karena itu, di harapkan kepada Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Karo agar bisa melaksanakan sesuai perundang-undangan yang berlaku, untuk melakukan sebagaimana isi Undang - Undang Nomor 32 tahun 2004 tersebut. Supaya warga serta  masyarakat Tanah Karo Simalem, dapat mengetahui kinerja pejabat terpandang Pemkab Karo yang tersandung skandal cinta segitiga bupati itu, dan membuat buruk citra Budaya Adat Istiadat sesuai Merga Silima, Tutur Siwaluh, Perkade - Kaden Sepuluh Dua Tambah Sada seorang Publik Figur,"  terangnya.

Kritikan dan kecaman juga di lontarkan tokoh agama GBKP, Pendeta P.GM menututurkan pada wartawan, bahwa sikap pengakuan Bupati Karo benar dekat dengan istri orang masuk ke sebuah gudang pada sejumlah media masa yang telah terbit sangat fatal, dan bertentangan dengan ajaran agama.

 “Jika hal tersebut benar adanya pihak Moderamen GBKP akan melakukan sidang terkait gelar Pertua yang saat ini di sandang Kena Ukur Karo Jambi Surbakti di copot dari sebutan tokoh Agama di GBKP,” tegas Pendeta P.GM.

Sebelumnya, Bupati Karo Kena Ukur Surbakti, saat dikonfirmasi mengenai hal tersebut, ia membenarkan atas kedekatannya dengan Molek.

Dikatakan Bupati Karo, bahwa kedekatanya dengan Molek hanya sebatas mitra kerja saja. Setiap hari saya bersama Molek, ada pekerjaannya di sana, jadi hanya sebatas teman kerja,” ujarnya. Saat disinggung Bupati Karo pernah bergandengan tangan Molek, dibantah oleh bupati. “Itu gosip-gosip saja, kami hanya sebatas mitra kerja,” tandasnya.

Sementara saat disinggung bahwa bupati sering bepergian ke luar negeri dengan Molek, juga dibantah Bupati Karo. “Itu gosip-gosip saja, kalau gosip kan bisa dibuat-buat saja, pergi ke Amerika atau bagaimana saja,” pungkasnya.

Sebelumnya, kedekatan Bupati Karo dengan Molek tersebut terungkap di saat Posmawati Br Sinurat (36) membuat laporan perkara perasaan tidak menyenangkan di SPK Mapolres Tanah Karo, Sabtu (8/9) lalu, atas perkataan Molek yang melibatkan Bupati Karo.
(dat03/wol)

WARTA KARTUN

Comments

B
i
u
Quote
Code
List
List item
URL
Name *
URL
Code   
ChronoComments by chronoengine.com
Submit Comment