Wednesday, 29 August 2012 00:15    PDF Print E-mail
Harga getah karet petani Sumut anjlok
Warta
WASPADA ONLINE

MEDAN  – Petani karet di Sumatera Utara “menjerit” karena harga getah tinggal Rp5.000-Rp6.000 per kg padahal sebelumnya paling murah Rp10.000 per kg.

“Harga getah sudah di bawah harga beras.Ini sudah di bawah kelaziman dimana biasanya paling murah harga karet setara satu kg beras.Petani sangat bingung dan resah,” kata petani karet di Labuhan Batu, K.Siregar, di Medan, hari ini.

Dengan harga itu, sebagian petani sudah mulai malas menderes getahnya. “Buat apa menderes kalau harganya murah kali.Biar sajalah apa saja dijual dulu untuk biaya hidup,”katanya.

Di tengah tidak melakukan penderesan, petani memilih pergi ke Medan untuk mencari objekan seperti menjadi tukang bangunan atau narik becak.

“Maunya pemerintah membeli getah petani dengan harga normal seperti yang dilakukan pemerintah Malaysia dan Thailand seperti yang kami baca di TV (televisi),” katanya.

Pedagang karet di Sumut, M .Harahap, mengakui, harga getah karet di petani paling mahal tinggal Rp7.000 per kg karena harga jual bahan olah karet (bokar) di pabrikan paling tinggi juga tinggal Rp21ribuan per kg.

Harga getah di petani rata-rata 30 persen dari harga Bokar.

“Masih lumayan harga getah di petani Sumut tinggal Rp5ribuan, di Lampung dan daerah lainnya di Sumatera sudah lebih rendah,”katanya. Menurut dia, bukan hanya petani yang susah, tetapi juga pedagang.

“Bayangkan, pedagang sebelumnya sudah mengambil getah dengan harga di atas Rp7.000 an per kg, eh taunya harga jual ke pabrikan turun,”katanya.

Meski merugi, tetapi pedagang berupaya tetap membeli getah petani untuk menjaga kelangsung kerja sama atau hubungan baik selama ini. “Jangan sampai petani marah lalu tidak mau menjual getah ke saya,”katanya.

Sekretaris Eksekutif Gabungan Perusahaan Karet Indonesia (Gapkindo) Sumut, Edy Irwansyah, menyebutkan, belum ada keputusan baru setelah sebelumnya Indonesia, Thailand dan Malaysia sepakat untuk mengurangi ekspor 300.000 ton karena harga ekspor karet sudah jauh di bawah 3 dolar AS per kg.

Menurut rencana, akan ada pertemuan lagi di Indonesia bulan ini juga untuk membahas kepastian jadwal dan kuota pengurangan ekspor karet untuk masing-masing negara, katanya.

Harga ekspr karet SIR 20, di penutupan bursa Singapura pada 23 Agustus, memang tinggal 2,568 dolar AS per kg sehingga bokar di pabrikan juga menjadi hanya Rp19.700-Rp21.700 per kg.

Editor:SASTROY BANGUN
(dat17/antara)

Comments

B
i
u
Quote
Code
List
List item
URL
Name *
URL
Code   
ChronoComments by chronoengine.com
Submit Comment