Thursday, 26 July 2012 22:17    PDF Print E-mail
Nagan Raya fokus ke pertanian
Warta
WASPADA ONLINE

BANDA ACEH - Pemerintah Kabupaten Nagan Raya, Provinsi Aceh, kini berfokus pada pengembangan tanaman padi sebagai upaya mendukung percepatan pencapaian program surplus beras nasional sebanyak 10 juta ton pada 2014.

Kepala Dinas Pertanian dan Perternakan Nagan Raya, Ali Basyah saat dihubungi dari Banda Aceh, mengatakan, komoditas tanaman pangan andalan wilayah ini adalah padi, sebab itu harus dimanfaatkan sebaik mungkin potensi alam yang dimiliki, baik luas sawah maupun sarana irigasi yang sangat cukup memadai.

"Komoditas andalan Nagan Raya adalah padi, jadi kalaupun kita paksakan kepada komoditas dan bidang lain sulit tercapai program pemerintah dengan usia yang baru 10 tahun ini," katanya, hari ini.

Disebutkan, Kabupaten Nagan Raya saat ini sudah memiliki luas area sawah 24.698 hektare dengan produksi 164.586 ribu ton setara beras selama dua kali masa panen dan mengalami surplus sebesar 110 ribu ton lebih setelah dikurangi jumlah konsumsi.

Pada tahun 2012, Pemkab Nagan Raya mendapat program cetak sawah baru seluas 1.600 hektare untuk 47 kelompok tani yang berada di sejumlah kecamatan.

Ali Basyah menjelaskan, di wilayah ini masih tersedia lebih dari 12 ribu hektare lahan belum dimanfaatkan dan pemda setempat mengharapkan pemerintah pusat dapat mengalokasikan bantuan program cetak sawah baru wilayah ini seluas 3,3 ribu hektare per tahun dalam masa tahun kedepan.

"Ini masih ada waktu dua tahun lagi pencapaian target program surplus 10 juta ton, bila Nagan Raya mendapat alokasi lebih untuk program cetak sawah baru, saya rasa ini pasti akan sangat membantu," imbuhnya.

Lebih lanjut dikatakan, terhitung sejak tahun 2006 hingga 2012, dengan produksi beras surplus 110 ribu ton sudah mampu dipasarkan ke kabupaten tetangga bahkan sudah tembus ke pasar Medan, Sumatera Utara.

Dikatakan, sebagian besar petani di Kabupaten Nagan Raya hingga saat ini masih menggunakan padi jenis Ciherang dan belum menggunakan pupuk organik, seperti petani di Kecataman Tripa Makmur, Darul Makmur, Butong Ateuh, dan Seunagan.

"Kami di daerah ini optimis kalau program surplus 10 juta ton dapat tercapai di tahun 2012, sebab hasil pertemuan kami dengan pemerintah pusat baru-baru ini banyak hal lain menyangkut swasembada pangan dikembangkan untuk menggenjot produktivitas padi di seluruh Tanah Air," tandasnya.

Editor: SASTROY BANGUN
(dat18/antara)

Comments

B
i
u
Quote
Code
List
List item
URL
Name *
URL
Code   
ChronoComments by chronoengine.com
Submit Comment