Friday, 13 July 2012 19:31    PDF Print E-mail
2013, puncak krisis global
Ekonomi & Bisnis
WASPADA ONLINE

JAKARTA - Krisis di Eropa diprediksi belum akan selesai tahun ini. Justru akan mengalami puncaknya pada 2013. Ancaman krisis itu masih membayangi Indonesia sebagai negara berkembang.

Menurut Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Hatta Radjasa, hal itu berdasarkan isi pembicaraan antara Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dengan Direktur Pelaksana Bank Dunia Sri Mulyani Indrawati. "World Bank memberi suatu analisis mengenai perkembangan ekonomi global," katanya, hari ini.

Hatta menurutkan, Indonesia sebagai negara berkembang yang mengalami pertumbuhan yang cukup tinggi, namun risiko ancaman krisis global tersebut tetap ada. "Karena krisis di Eropa belum berakhir dan barangkali risikonya atau puncaknya mungkin saja terjadi pada 2013," ujarnya.

Menurutnya, dalam pembicaraan tersebut, Bank Dunia menyampaikan  tiga skenario perkembangan perekonomian global, mulai moderat sampai yang mengkhawatirkan.

"Semua harus diantisipasi Indonesia. World Bank juga memberikan masukan langkah apa yang harus kita lakukan, dan apa yang diusulkan itu sejalan dengan apa yang kita lakukan," ujar Hatta.

Sebelumnya, Kepala Perwakilan Bank Dunia untuk Indonesia, Stefan Koeberle memperkirakan tiga skenario pertumbuhan ekonomi Indonesia terkait situasi global.

Pertama, dengan asumsi krisis global berlanjut, pertumbuhan Indonesia diperkirakan berada di kisaran 6-6,4 persen pada 2013. Kedua, jika perekonomian dunia sama persis seperti 2009 lalu, pertumbuhan ekonomi diperkirakan 5,8 persen pada 2012 dan 4,7 persen pada 2013.

Kemudian ketiga, bila pelemahan global makin parah dan panjang, pertumbuhan Indonesia diperkirakan merosot menjadi 5,7 persen tahun ini. Tahun berikutnya, tinggal 3,8 persen.
(dat18/vivanews)

Comments

B
i
u
Quote
Code
List
List item
URL
Name *
URL
Code   
ChronoComments by chronoengine.com
Submit Comment